Program Pendidikan Banyuwangi Akan Diadopsi ke Tingkat Nasional

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 3 Mei 2026, 21:16 WIB
net
Mendikdasmen Abdul Mu'ti bersama Bupati Ipuk melihat stand pameran sekolah di lokasi peringatan Hardiknas 2026.

BanyuwangiNet.com – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana mengadopsi sejumlah program pendidikan unggulan dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk diterapkan secara nasional. Langkah ini diambil karena Banyuwangi dinilai memiliki berbagai inovasi kreatif dan strategis dalam meningkatkan akses serta kualitas pendidikan.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan hal tersebut setelah menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Taman Blambangan, Banyuwangi, Sabtu (2/5/2026).

“Berbagai terobosan kreatif dan strategis yang dilakukan Banyuwangi menarik untuk direplikasi menjadi kebijakan di tingkat nasional,” kata Mu’ti.

Salah satu program yang mendapat perhatian adalah Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah (Garda Ampuh). Program ini berfokus pada penanganan anak putus sekolah melalui pendekatan berbasis data.

Pemkab Banyuwangi terlebih dahulu mengidentifikasi anak-anak yang tidak bersekolah berdasarkan nama dan alamat. Setelah itu, tim turun langsung ke lapangan untuk menemui keluarga dan menggali penyebab utama anak tidak melanjutkan pendidikan.

Berdasarkan hasil tersebut, pemerintah daerah kemudian memberikan solusi sesuai kebutuhan, mulai dari bantuan biaya hingga fasilitasi agar anak dapat kembali bersekolah.

“Ini adalah terobosan penting, dan kami berharap Ibu Bupati dapat menyampaikan praktik baik ini di forum nasional sebagai contoh layanan pendidikan bermutu untuk semua,” ujar Mu’ti.

TKA SMP 2026 Dimulai 6 April, Bupati Ipuk Pastikan Kesiapan Sekolah

Mu’ti juga menyoroti pentingnya pendidikan nonformal sebagai bagian dari proses pembelajaran. Menurutnya, Banyuwangi telah memberikan ruang luas bagi siswa untuk mengembangkan potensi di luar kelas. Salah satunya melalui pelibatan siswa dalam kegiatan seni dan budaya seperti pertunjukan Kuntulan Ewon.

“Pelibatan siswa dalam kegiatan seperti pertunjukan seni Kuntulan Ewon ini menjadi contoh bagaimana potensi anak-anak diberi ruang aktualisasi agar berkembang secara optimal,” jelasnya.

Ia menambahkan, pendekatan tersebut mampu menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal.

“Anak-anak kita boleh berwawasan global, bahkan harus, tetapi mereka tidak boleh meninggalkan nilai dan budaya lokal yang luhur,” tegas Mu’ti.

Pemkab Banyuwangi Gelar Rembug Perempuan di Hari Kartini, Untuk Serap Aspirasi Pembangunan

Program lain yang dinilai inovatif adalah Siswa Asuh Sebaya. Dalam program ini, siswa yang memiliki kemampuan ekonomi lebih menyisihkan sebagian uang sakunya untuk membantu teman yang kurang mampu.

Dana yang terkumpul digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, seperti pembelian sepeda, kacamata, hingga perlengkapan sekolah bahkan bisa membantu siswa dari sekolah lain.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut baik apresiasi dari pemerintah pusat. Ia menegaskan, inovasi di sektor pendidikan menjadi prioritas daerah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.

“Kami berterima kasih atas dukungan Bapak Menteri kepada Banyuwangi. Ini menjadi motivasi bagi kami di daerah,” kata Ipuk.

Artikel Terkait