Pemkab Banyuwangi Gelar Rembug Perempuan di Hari Kartini, Untuk Serap Aspirasi Pembangunan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 21 April 2026, 22:36 WIB
1000808006
Bupati Banyuwangi bersama peserta Rembug Perempuan.

BanyuwangiNet.com – Momentum Hari Kartini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah. Salah satu upayanya melalui forum “Rembug Perempuan”. Forum ini digelar untuk menyerap aspirasi perempuan sebagai bahan perumusan kebijakan pembangunan tahun mendatang. Kegiatan digelar di Aula Minak Jinggo, Kantor Pemkab Banyuwangi, Selasa (21/4/2026).

Puluhan perempuan dari beragam latar belakang turut serta dalam kegiatan ini. Mulai dari organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, tenaga kesehatan, pelaku usaha, komunitas literasi, hingga pendamping sosial.

Sejumlah organisasi turut ambil bagian, seperti Aisyiyah, Muslimat NU, Perkumpulan Perempuan Katolik, komunitas Hindu dan Budha, hingga Kongres Ulama Perempuan Indonesia. Hadir pula perwakilan kepala desa dan sekretaris desa perempuan, Ikatan Bidan Indonesia, pegiat literasi, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia, kader posyandu, Migrant Care, serta pelaku UMKM perempuan.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan, keterlibatan perempuan menjadi faktor penting dalam kemajuan daerah. Menurutnya, kemajuan daerah tidak akan tercapai tanpa keterlibatan aktif perempuan.

“Kami terus mendorong hadirnya kebijakan yang berpihak pada perempuan dan anak sebagaimana pemikiran visioner Kartini yang memperjuangkan pendidikan, kesetaraan kesempatan, dan martabat perempuan,” ujar Ipuk.

Panen Raya Musim Tanam Pertama 2026, Produksi Padi Banyuwangi Capai 160 Ribu Ton

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis tidak hanya di lingkup keluarga, tetapi juga dalam sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, budaya, hingga kepemimpinan. Forum ini menjadi ruang untuk mendengar langsung aspirasi perempuan sekaligus merumuskan arah kebijakan pembangunan.

“Melalui rembuk ini, saya berharap lahir gagasan-gagasan segar dan solusi yang menjadikan perempuan Banyuwangi sebagai perempuan yang berdaya, mandiri, sehat, cerdas, dan sejahtera, menjadi penyangga keluarga hingga penggerak ekonomi,” tambahnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Banyuwangi, Suyanto Waspotondo, menjelaskan, forum ini dibagi dalam empat kelompok pembahasan utama, yakni literasi digital, kesehatan jiwa, pemberdayaan perempuan, serta bisnis dan ekonomi kreatif.

“Sebelumnya para peserta telah melakukan kunjungan ke OPD untuk mendapatkan insight dan mengumpulkan materi. Selanjutnya mereka berdiskusi dengan pendamping fasilitator untuk merumuskan masukan dalam perencanaan pembangunan,” jelas Suyanto.

Pusat Batik Banyuwangi Hadirkan Beragam Motif Khas, Dukung Pelestarian Budaya dan Perajin Lokal

Dari forum tersebut, berbagai aspirasi muncul. Salah satunya disampaikan perwakilan KUPI, Zulfi Zumala, yang menyoroti pentingnya literasi digital bagi perempuan dan keluarga.

“Perlu ada pelatihan literasi digital bagi anak dan orang tua, termasuk penyediaan saluran konsultasi dan pengaduan terkait kekerasan digital serta mitigasinya secara multi pihak,” ujarnya.

Selain itu, peserta juga mengusulkan peningkatan kapasitas penggunaan media sosial untuk produktivitas, literasi keuangan, serta pelatihan keamanan digital bagi perempuan. Ada juga yang meminta penguatan program pemberdayaan ekonomi bagi perempuan kepala keluarga melalui program “Kanggo Riko”, peningkatan layanan kesehatan mental perempuan dan anak, penyediaan hotline kesehatan, hingga pelatihan ekonomi kreatif.

Artikel Terkait