Mendikdasmen Beri Dua Penghargaan untuk Banyuwangi atas Komitmen di Bidang Pendidikan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 26 Mei 2026, 20:39 WIB
1000866073
Bupati Ipuk menerima penghargaan dari Mendikdasmen Abdul Mu'ti.

BanyuwangiNet.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memberikan kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, atas komitmen dalam memajukan sektor pendidikan. Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara Malam Tasyakuran Hari Pendidikan Nasional di Jakarta, Senin malam (25/5/2026).

Ada dua penghargaan sekaligus yang diberikan yakni Apresiasi atas Komitmen Pembiasaan Anak Indonesia Hebat dan penghargaan Pemda dengan Residu Data Pendidikan Terendah atau validitas data terbaik.

Abdul Mu’ti mengatakan, pemerintah terus membangun infrastruktur budaya pendidikan untuk memperkuat karakter anak melalui berbagai program pendidikan nasional.

Salah satunya melalui gerakan tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat, penguatan pendidikan anak usia dini, hingga program wajib belajar 13 tahun mulai jenjang TK sampai SLTA.

“Kami memberikan ruang aktualisasi yang sangat besar bagi anak-anak kita untuk dapat tampil mengembangkan potensi,” kata Abdul Mu’ti.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyebut penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas prestasi dan kreativitas pelajar Banyuwangi di berbagai bidang, mulai sains hingga seni budaya.

“Ini adalah pengakuan atas prestasi dan kreativitas seluruh anak Banyuwangi yang hebat. Selamat untuk seluruh anak Banyuwangi, terima kasih telah mengharumkan Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Ipuk menjelaskan, Pemkab Banyuwangi terus mendorong pengembangan minat dan bakat siswa melalui berbagai program pendidikan inovatif. Salah satunya program Smart Gasing yang bekerja sama dengan Prof. Yohanes Surya untuk memperkuat kemampuan numerasi siswa hingga ke pelosok desa.

Program tersebut mengenalkan metode pembelajaran matematika yang menyenangkan dan mudah dipahami siswa.

Bupati Ipuk Terima Anugerah Tanda Cinta Pendidikan Agama Islam dari Kementrian Agama

Dari program Smart Gasing, sejumlah pelajar Banyuwangi berhasil menorehkan prestasi internasional. Salah satunya Felicia Dahayu, siswi SDN 1 Pesanggaran, yang meraih medali emas kompetisi coding dalam ajang The 9th World Innovative Technology (WIT) Challenge di Chonnam National University, Korea Selatan, pada November 2024.

Selain bidang sains, Banyuwangi juga memberi ruang besar bagi pengembangan seni budaya pelajar melalui berbagai kegiatan rutin.

“Tidak hanya di bidang sains, kami juga mendorong minat siswa-siswi kami di bidang seni budaya. Bahkan, kami berikan panggung seluas-luasnya. Seperti program Padang Bulanan yang menampilkan kreasi seni pelajar tiap bulan atau yang terbaru pagelaran Kuntulan Ewon saat peringatan Hardiknas yang diikuti seribu lebih pelajar,” papar Ipuk.

Pemkab Banyuwangi juga terus memperkuat kualitas tenaga pendidik dan sistem pendidikan daerah, termasuk melalui pengangkatan Guru PPPK dan PPPK Paruh Waktu serta berbagai program peningkatan kualitas pendidikan lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Alfian, menambahkan penghargaan validitas data pendidikan terbaik diraih karena Banyuwangi konsisten melakukan pendataan keberlanjutan pendidikan siswa secara berkala.

Pemkab Banyuwangi Rehabilitasi 134 Sekolah, Fokus Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Menurut Alfian, hasil upaya tersebut terlihat dari angka Anak Tidak Sekolah (ATS) Banyuwangi pada 2025 yang masuk lima terendah di Jawa Timur. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi juga meningkat menjadi 75,17 pada 2025.

“Keberhasilan upaya tersebut dapat diukur dari angka Anak Tidak Sekolah (ATS) Kabupaten Banyuwangi per 2025 yang masuk lima terendah kabupaten/kota di Jawa Timur. Begitu pula dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) per 2025 yang naik menjadi 75,17,” jelas Alfian.

Artikel Terkait