IPM Naik hingga 75,17 % pada 2025, Mendikdasmen Pilih Gelar Peringatan Hardiknas 2026 di Banyuwangi
BanyuwangiNet.com – Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi salah satu alasan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti memilih Banyuwangi sebagai lokasi peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Sabtu (2/5/2026). Peningkatan ini, hasil dari inovasi dan berbagai program yang digulirkan Pemkab Banyuwangi pada sektor pendidikan.
Data menunjukkan IPM Banyuwangi terus peningkatan dalam lima tahun terakhir. Pada 2025, IPM mencapai 75,17, naik dari 74,3 pada 2024. Sebelumnya, angka IPM tercatat 73,79 (2023), 73,15 (2022), dan 72,62 (2021). Capaian ini menempatkan Banyuwangi sebagai salah satu daerah dengan IPM tinggi di Jawa Timur, bahkan tertinggi di kawasan Sekarkijang.
Menurut Abdul Mu’ti, capaian tersebut tidak lepas dari berbagai inovasi dan program strategis di sektor pendidikan yang dijalankan pemerintah daerah.
“Itu sebuah capaian yang sangat bagus. Banyuwangi memiliki banyak terobosan dan program kreatif dan strategis di dunia pendidikan, terutama layanan untuk mereka yang tidak berkesempatan sekolah karena berbagai alasan. Karena itu hari ini saya mengikuti peringatan Hardiknas bersama Forkopimda Banyuwangi yang berlangsung khidmat dan sangat meriah,” ujarnya.
BPOM dan Pemkab Banyuwangi Perkuat Kolaborasi Keamanan Pangan
Sejumlah program pendidikan di Banyuwangi dinilai berhasil menjangkau kelompok rentan, khususnya anak putus sekolah. Salah satunya adalah program Garda Ampuh (Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah) yang berfokus mengembalikan anak-anak ke bangku pendidikan melalui berbagai skema intervensi.
Ada juga program Siswa Asuh Sebaya yang mendorong solidaritas antarpelajar. Dalam program ini, siswa menyisihkan sebagian uang saku untuk membantu teman yang membutuhkan, mulai dari pembelian sepeda, kacamata, hingga perlengkapan sekolah.
Peringatan Hardiknas di Banyuwangi juga dikemas dengan pendekatan budaya melalui pertunjukan kolosal Kuntulan Ewon yang melibatkan 1.060 pelajar dari jenjang SD hingga SMA. Mereka berkolaborasi dengan seniman dan budayawan lokal, memadukan tari dan musik rebana dalam satu panggung.
Abdul Mu’ti menilai pelibatan siswa dalam kegiatan seni budaya mampu membentuk karakter yang kuat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Ini sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan tangguh untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, makmur, dan bermartabat,” tegasnya.
Regenerasi Petani Banyuwangi: Kisah Sukses Milenial dari Greenhouse hingga Integrated Farming
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat yang memilih Banyuwangi sebagai lokasi peringatan Hardiknas.
“Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Bapak Menteri beserta jajaran yang telah melaksanakan upacara Hardiknas di Banyuwangi,” ujarnya.
Ipuk menegaskan bahwa pendidikan di Banyuwangi tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pengembangan potensi siswa secara menyeluruh, termasuk di bidang seni dan budaya.
“Pendidikan bukan hanya tentang akademik, tetapi bagaimana memadukan potensi anak di bidang seni, budaya, dan berbagai potensi lainnya. Karena itu pelajar selalu kami libatkan dalam agenda seni dan budaya, termasuk Kuntulan Ewon,” pungkasnya.