Peternak di Banyuwangi Dilatih Membuat Silase untuk Meningkatkan Kualitas dan Populasi Ternak

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 6 Agustus 2024, 21:46 WIB
IMG-20240806-WA0147

BanyuwangiNet.com – Upaya untuk meningkatkan kualitas dan populasi hewan ternak di Banyuwangi terus dilakukan dengan berbagai inisiatif. Salah satunya adalah pelatihan pembuatan pakan fermentasi atau silase yang diberikan kepada peternak kambing dan domba di wilayah tersebut. Pelatihan ini diadakan sebagai bagian dari program “Bunga Desa” (Bupati Ngantor di Desa) yang digelar di Desa Labanasem, Kecamatan Kabat, Selasa (7/8/2024).

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, berkesempatan mengunjungi salah satu peternakan domba yang mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, penggunaan silase sebagai pakan ternak memiliki berbagai manfaat, termasuk mengurangi bau yang biasanya tercium di peternakan. “Kandangnya tidak berbau seperti peternakan pada umumnya. Dombanya juga terlihat bersih dan gemuk,” ujar Ipuk.

Silase merupakan pakan hijauan ternak seperti tebon jagung, rumput gajah, dan jerami yang difermentasi dan disimpan dalam kondisi kedap udara. Dengan penyimpanan yang tepat, silase dapat bertahan hingga dua tahun, sehingga peternak tidak perlu khawatir akan ketersediaan pakan terutama di musim kemarau.

“Ini bisa menjadi solusi bagi peternak untuk memastikan ketersediaan pakan yang berkualitas dan terjangkau,” kata Ipuk setelah menyaksikan proses pembuatan silase. Ia juga berharap dengan adanya pelatihan ini, peternak di Banyuwangi dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas ternak mereka.

Memperkuat Identitas Kopi Banyuwangi

Selain pelatihan, Bupati Ipuk juga menyerahkan bantuan kepada lima kelompok peternak yang mengikuti kegiatan tersebut. Bantuan yang diberikan berupa lima ekor domba, satu unit mesin chopper, dan tujuh kwintal pakan ternak konsentrat untuk masing-masing kelompok.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Arief Setiawan, menjelaskan bahwa penggunaan silase sangat menguntungkan bagi para peternak. “Silase dapat digunakan sebagai pakan alternatif bagi hewan ternak ruminansia seperti kambing, domba, dan sapi, sehingga peternak tidak harus bergantung pada pakan rumput segar,” ujar Arief. Ia juga menekankan bahwa silase sangat bermanfaat saat musim kemarau, ketika ketersediaan pakan segar seringkali terbatas.

Semangat para Disabilitas di Persatuan Sepak Bola Amputasi Banyuwangi

Abdurrazak, Kepala Bidang Budidaya dan Usaha Peternakan Dispertan Pangan Banyuwangi, menambahkan bahwa silase memiliki kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan rumput segar, yang membuat ternak lebih sehat dan cepat gemuk. Proses pembuatan silase juga relatif mudah dan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar dan limbah pertanian. “Bahan-bahan tersebut dipotong kecil-kecil menggunakan alat pemotong (chopper), ditambahkan bakteri, lalu disimpan dalam kondisi anaerop (kedap udara). Tunggu 14 hari, silase sudah siap digunakan,” jelasnya.

Dengan adanya pelatihan dan bantuan yang diberikan, diharapkan peternak di Banyuwangi dapat lebih mandiri dalam menyediakan pakan berkualitas untuk hewan ternak mereka, sehingga kesejahteraan peternak dan populasi ternak di Banyuwangi semakin meningkat.

Artikel Terkait