Memperkuat Identitas Kopi Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 5 Agustus 2024, 11:52 WIB
IMG-20240803-WA0083 (1)

BanyuwangiNet.com – Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, kembali menunjukkan perannya sebagai sentra perkebunan kopi dengan menggelar Festival Kopi Rakyat, yang bertajuk “Kalibaru Kopi Fiesta.” Festival ini berlangsung selama tiga hari, dari Kamis hingga Sabtu (1-3 Agustus 2024), di dua sentra kawasan kopi utama, yaitu Desa Kalibaru Manis dan Desa Kebunrejo.

Festival ini bertujuan untuk mengangkat kekayaan cita rasa kopi lokal dan memperkuat identitas kopi Banyuwangi. Acara ini diramaikan oleh berbagai kegiatan, termasuk pameran produk UMKM kopi, sesi Public Cupping yang menilai 13 sampel kopi arabika dan robusta dari petani lokal, serta diskusi publik yang membahas pengembangan kopi di Kalibaru. Diskusi ini dihadiri oleh petani kopi, pelaku UMKM, dan para ahli kopi, yang berdiskusi mengenai strategi pemasaran serta upaya peningkatan kualitas dan daya saing kopi lokal.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang hadir dalam festival tersebut, menyampaikan harapannya agar identitas dan brand kopi Banyuwangi semakin kuat. “Lewat festival ini, kami berharap identitas dan brand kopi Banyuwangi semakin kuat, sehingga peluang petani rakyat mendapatkan pasar juga makin terbuka,” ujar Ipuk.

Semangat para Disabilitas di Persatuan Sepak Bola Amputasi Banyuwangi

Kecamatan Kalibaru sendiri merupakan salah satu kawasan perkebunan kopi terbesar di Banyuwangi, dengan luas perkebunan mencapai 3.847 hektar, didominasi oleh jenis robusta. Produksi kopi di kecamatan ini mencapai 4.256 ton per tahun. Secara keseluruhan, total luas perkebunan kopi rakyat di Banyuwangi mencapai 9.778 hektar dengan produksi mencapai 10.600 ton per tahun.

Melihat potensi besar ini, Pemkab Banyuwangi telah mendaftarkan kopi robusta Banyuwangi untuk mendapatkan Indeks Geografis (IG) di Kementerian Hukum dan HAM, dengan brand “Kopi Robusta Java Banyuwangi.” Langkah ini diharapkan dapat memberikan legalitas dan perlindungan terhadap keaslian kopi Banyuwangi.

Ratusan Domba dan Kambing Tampil Cantik di Kontes, Perebutkan Piala Bupati Banyuwangi

Dalam festival tersebut, Bupati Ipuk juga berkesempatan mencicipi berbagai jenis kopi hasil olahan petani lokal, termasuk kopi dengan merek X-Baroe yang dikelola oleh Muchamad Shodiq, seorang petani muda dari Kalibaru. Shodiq merupakan salah satu petani yang telah mendapatkan pelatihan menanam dan memproses kopi dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Jember, berkat inisiatif dari Pemkab Banyuwangi.

“Alhamdulillah, kami dapat ilmu menanam dan memproses kopi yang baik dari hulu ke hilir. Adanya festival ini, harapan kami semakin memperluas pemasaran kopi Kalibaru,” kata Shodiq.

Festival Kopi Rakyat ini menjadi bukti komitmen Banyuwangi dalam mengembangkan potensi kopi lokal dan memperkuat kesejahteraan petani kopi melalui peningkatan akses pasar.

Artikel Terkait