Perluas Program Pengelolaan Sampah Sirkular, Banyuwangi Didukung UEA dan Clean Rivers

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 22 April 2025, 18:16 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, saat kunjungi TPS Balak, Selasa (4/2/2025).
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, saat kunjungi TPS Balak, Selasa (4/2/2025).

BanyuwangiNet.com– Kabupaten Banyuwangi akan segera memperluas program pengelolaan sampah sirkular melalui pembangunan dua Stasiun Peralihan Antara (SPA), yang masing-masing berkapasitas hingga 50 ton per hari. Proyek ini didukung oleh organisasi lingkungan Clean Rivers dan Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA), sebagai bagian dari komitmen bersama terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan.

Kesepakatan pendanaan untuk proyek ini telah resmi ditandatangani saat World Governments Summit 2025 di Dubai, pada 12 Februari lalu. Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menunjukkan pentingnya proyek ini dalam kerja sama internasional di bidang lingkungan.

Rotasi Jabatan di Polresta Banyuwangi, Kasat Reskrim dan Pam Obvit Berganti

SPA sendiri merupakan fasilitas penting dalam sistem pengelolaan sampah modern. Fungsinya sebagai titik transit antara lokasi pengumpulan awal dan tempat pengolahan akhir bertujuan meningkatkan efisiensi sistem transportasi sampah dan mengurangi volumenya sejak awal.

“SPA akan digunakan untuk pengumpulan, pemilahan awal, hingga pengolahan dasar. Ini akan membuat proses pengiriman ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) dan TPS3R menjadi lebih efisien dan sampah lebih terpilah,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Dwi Handayani. Ia menambahkan, masing-masing SPA dirancang untuk menampung volume sampah setara dengan produksi harian dari sekitar 850 ribu penduduk.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengungkapkan bahwa delegasi dari UEA dan Clean Rivers dijadwalkan akan mengunjungi Banyuwangi bulan depan untuk meninjau langsung kesiapan daerah dalam merealisasikan proyek ini.

Cimahi Putra Mundur dari Liga 4 Nasional: Masalah Keuangan dan Perubahan Jadwal Pertandingan

“Mereka ingin memastikan komitmen kami di lapangan. Setelah kunjungan itu, pembangunan konstruksi SPA akan segera dimulai,” ujarnya pada Selasa (22/4/2025).

Pemerintah daerah sendiri telah menyiapkan lahan untuk pembangunan kedua SPA tersebut. Kehadiran fasilitas ini diharapkan akan menjadi pengungkit dalam mewujudkan pengelolaan sampah sirkular secara lebih luas di Banyuwangi.

Menurut Senior Program Manager Banyuwangi Hijau, Lintong Manik, pembangunan SPA ini merupakan bagian dari fase ketiga program pengelolaan sampah sirkular yang diinisiasi pemerintah daerah bersama sejumlah mitra.

Ekspor Banyuwangi Tembus 196 Juta Dolar AS, Tersebar di 80 Negara

“Fase pertama sudah terlaksana lewat pendirian TPS3R Balak di Kecamatan Songgon, yang melayani 44 desa dengan total 250 ribu penduduk dan kapasitas 84 ton per hari,” jelas Lintong.

Selanjutnya, fase kedua mencakup pembangunan TPS3R di wilayah Karetan, Kecamatan Purwoharjo, yang ditargetkan melayani 37 desa dari delapan kecamatan dengan total 250 ribu warga dan kapasitas 160 ton per hari.

“Pada fase ketiga ini, dengan dibangunnya dua SPA baru, kami menargetkan dapat menjangkau tambahan 850 ribu penduduk. Jadi total penduduk yang akan dilayani program pengelolaan sampah sirkular di Banyuwangi akan mencapai hampir 1,4 juta jiwa,” kata Lintong.

Artikel Terkait