Penutupan Jalur Gumitir, Pemkab Banyuwangi Siapkan Alternatif Tambah Pemberhentian KA dan Rute Bus

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 18 Juli 2025, 16:48 WIB
Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, Komang Sudira Atmaja
Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, Komang Sudira Atmaja

BanyuwangiNet.com – Menjelang penutupan total Jalur Gumitir yang menghubungkan Banyuwangi dan Jember, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah melakukan sejumlah langkah antisipatif untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat. Salah satu upaya utamanya adalah penambahan titik pemberhentian kereta api serta penyesuaian rute dan titik keberangkatan armada bus.

Penutupan jalur ini dijadwalkan berlangsung selama dua bulan, mulai 24 Juli hingga 24 September 2025, seiring dengan pekerjaan perbaikan jalan dan jembatan di ruas tersebut. Hal ini disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali pada awal Juli lalu.

Basarnas Siapkan Kantor SAR Mandiri di Banyuwangi, Percepat Respons Penyelamatan di Selat Bali

Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, Komang Sudira Atmaja, menjelaskan bahwa penutupan ini akan berdampak signifikan terhadap sistem transportasi, khususnya bagi angkutan antar kota dan antar provinsi yang selama ini mengandalkan jalur Gumitir.

“Setelah mengikuti rapat dengan BBPJN, kami langsung berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Jember, PPK 1.4 Provinsi Jawa Timur, serta PT KAI DAOP 9 Jember untuk menambah titik pemberhentian kereta api di sekitar kawasan Gumitir,” jelas Komang.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani Jabat Wakil Ketua Umum Apkasi Bidang Pariwisata, Fokus Dorong Pengembangan Wisata Daerah

Sebagai solusi transportasi alternatif, PT KAI DAOP 9 Jember menyetujui permintaan Pemkab Banyuwangi untuk menambahkan pemberhentian kereta api di dua stasiun yang sebelumnya tidak aktif sebagai titik naik-turun penumpang: Stasiun Garahan dan Stasiun Silo di wilayah Kabupaten Jember.

“Biasanya kereta tidak berhenti di stasiun-stasiun itu, namun kami bersyukur permintaan ini direspons positif oleh PT KAI,” tambah Komang.

Langkah ini diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat yang tetap perlu bepergian melintasi kawasan tersebut selama penutupan berlangsung.

Selain moda kereta api, Dishub Banyuwangi juga menggandeng sejumlah operator bus untuk melakukan penyesuaian trayek. Salah satunya adalah Bus Damri, yang telah mengubah titik keberangkatan untuk rute Jember–Denpasar menjadi Stasiun Kalibaru. Dengan skema ini, penumpang dari Jember diarahkan untuk terlebih dahulu menggunakan kereta api menuju Kalibaru sebelum melanjutkan perjalanan dengan bus.

Program Makan Bergizi Gratis di Banyuwangi Kini Miliki 6 Dapur Umum, Jangkau Ribuan Pelajar

“Kami juga akan terus berkoordinasi dengan pengelola armada bus lainnya untuk menentukan titik keberangkatan baru dan rute alternatif yang dapat dilalui,” ungkap Komang.

Jalur yang akan ditutup total meliputi ruas jalan sepanjang 115 meter, tepatnya dari Sumber Jati hingga Batas Kabupaten Banyuwangi di KM 233+500. Penutupan diberlakukan untuk seluruh jenis kendaraan, termasuk roda dua dan roda empat.

Kemacetan Parah di Jalur Situbondo-Banyuwangi, Truk Terjebak 17 Jam Imbas Pengurangan Armada di Pelabuhan Ketapang

Komang menjelaskan bahwa penutupan total perlu dilakukan karena pekerjaan perbaikan menggunakan alat berat berukuran besar yang akan memenuhi hampir seluruh badan jalan.

“Alat yang digunakan dalam proyek ini menyisakan sedikit ruang jalan, sehingga sangat berisiko bila masih dibuka untuk lalu lintas umum,” tegasnya.

 

Artikel Terkait