Kemacetan Parah di Jalur Situbondo-Banyuwangi, Truk Terjebak 17 Jam Imbas Pengurangan Armada di Pelabuhan Ketapang

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 17 Juli 2025, 15:24 WIB
. Sejak beberapa hari terakhir, antrean kendaraan mengular hingga puluhan kilometer, dipicu oleh pengurangan jumlah kapal penyeberangan.
. Sejak beberapa hari terakhir, antrean kendaraan mengular hingga puluhan kilometer, dipicu oleh pengurangan jumlah kapal penyeberangan.

BanyuwangiNet.com – Kemacetan panjang di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menjadi momok melelahkan bagi para pengemudi kendaraan, terutama truk logistik. Sejak beberapa hari terakhir, antrean kendaraan mengular hingga puluhan kilometer, dipicu oleh pengurangan jumlah kapal penyeberangan.

Salah satu pengemudi yang terdampak adalah Hari Tri Prasetyo (62), sopir truk tronton yang sudah lebih dari 17 jam terjebak di jalan tanpa bisa mencapai area parkir pelabuhan. Ia tiba di kawasan Bangsring pada pukul 22.00 WIB malam sebelumnya, namun hingga pukul 15.30 WIB keesokan harinya, masih belum bergerak jauh.

217 Koperasi Merah Putih Resmi Berdiri di Banyuwangi, Dorong Ekonomi Lokal Berbasis Potensi Desa

“Saya tadi malam sampai wilayah Bangsring sekitar jam 10 malam. Sekarang masih di sini pukul setengah empat sore. Biasanya cuma 20 menit saja sampai ke pelabuhan,” ujar Hari.

Dalam waktu lebih dari 17 jam, truk bermuatan 20 ton yang dikendarainya hanya mampu melaju sejauh 12 kilometer. Kendaraan besar yang sarat muatan membuatnya tak bisa bergerak cepat, hanya bisa mengikuti laju kendaraan di depannya.

“Dari tadi malam saya belum tidur,” tambah Hari, yang membawa muatan sabun ke Bali.

Lampung Selatan Tertarik Terapkan Pengelolaan Pariwisata dan Reformasi Birokrasi Banyuwangi

Tidak hanya sopir truk, kemacetan juga membuat pengemudi mobil pribadi kewalahan. Wahyu (26), salah satu pengendara, memilih menepi ke SPBU karena berharap kemacetan segera terurai. Namun harapannya meleset.

“Saya masuk SPBU dari semalam sekitar jam 10 malam. Sampai sore ini belum bisa keluar,” kata Wahyu.

Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean kendaraan bahkan sudah melampaui 20 kilometer dari pintu masuk Pelabuhan Ketapang. Kepadatan lalu lintas ini disebut-sebut lebih parah dibandingkan hari sebelumnya.

Utusan Khusus Presiden, Zita Anjani Terkesan Pengelolaan Pariwisata Banyuwangi: “Nilainya 100!”

Kemacetan panjang ini terjadi buntut dari pengurangan armada kapal di Pelabuhan Ketapang. Sejumlah kapal yang biasa mengangkut kendaraan logistik dan barang tidak dioperasikan karena dinilai tidak memenuhi standar keselamatan pelayaran.

Kebijakan ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh pasca insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, sebuah kapal penumpang dan barang yang sebelumnya beroperasi di lintas Ketapang-Gilimanuk.

Dengan jumlah kapal yang berkurang drastis, distribusi kendaraan menuju Bali pun terhambat. Volume kendaraan yang terus bertambah, terutama truk pengangkut logistik, membuat antrean kian panjang dan sulit terurai.