Pendapatan Asli Daerah Banyuwangi 2025 Diproyeksikan Naik 16,08 Persen
BanyuwangiNet.com – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Banyuwangi pada 2025 diproyeksikan meningkat sebesar 16,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan kenaikan ini, total PAD Banyuwangi diperkirakan mencapai Rp 97,306 miliar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) didorong untuk terus menggali potensi sumber pendapatan baru guna merealisasikan target tersebut.
Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, mengungkapkan bahwa salah satu sumber PAD baru pada tahun 2025 adalah opsen pajak kendaraan bermotor (PKB). Opsen PKB, yang selama ini tercatat sebagai PAD Pemprov Jawa Timur, akan dialihkan sebagai pendapatan untuk kabupaten.
Baca Juga: Bupati Ipuk: Persewangi Berada di Tangan yang Tepat
“Opsen PKB adalah tambahan pungutan dari pajak kendaraan bermotor. Nilainya sekitar 66 persen dari pajak yang sebelumnya masuk ke provinsi. Tahun depan, ini berpotensi menjadi tambahan PAD Banyuwangi,” jelas Made, Minggu (1/12/2024).
Selain opsen PKB, Made menekankan pentingnya eksplorasi pendapatan baru di sektor lain. Salah satu potensi yang ia soroti adalah pengelolaan lahan di sekitar Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Ia membandingkan dengan Pelabuhan Gilimanuk, Bali, yang memiliki peraturan daerah terkait manuver parkir sebagai sumber pendapatan.
“Di Jembrana, Bali, mereka sudah memiliki aturan ini, dan menjadi sumber pendapatan. Banyuwangi bisa mengikuti langkah tersebut, apalagi kita punya lahan di sekitar pelabuhan yang dapat dimanfaatkan,” tambah Made.
Baca Juga: Persewangi Luncurkan Tim Liga 4, Optimistis Tembus Liga 3
Selain itu, aset-aset milik Pemkab Banyuwangi yang belum termanfaatkan dengan optimal juga menjadi perhatian. Revitalisasi dan pengelolaan aset tersebut dapat membuka peluang baru untuk meningkatkan PAD.
Menurut Made, Pemkab Banyuwangi tidak boleh hanya mengandalkan sumber pendapatan eksisting seperti pajak daerah dan retribusi. Dengan inovasi dalam menggali sumber pendapatan baru, target PAD yang telah ditetapkan dapat tercapai bahkan melampaui proyeksi.
“Kita harus kreatif dan inovatif dalam mengelola potensi daerah. Selain menambah PAD, langkah-langkah ini juga akan memperkuat keuangan daerah untuk mendukung pembangunan,” ujar politisi PDI Perjuangan itu.
Dengan optimisme terhadap proyeksi PAD 2025, Banyuwangi diharapkan mampu terus berkembang menjadi daerah yang mandiri secara fiskal, dengan memanfaatkan berbagai potensi lokal yang ada.