Patola Makanan Khas Banyuwangi untuk Buka Puasa, Ada Hanya Saat Ramadan
BanyuwangiNet.com – Saat Ramadan ada patola makanan khas Banyuwangi untuk buka puasa. kuliner khas saat Ramadan. Patola menjadi makanan andalan warga untuk berbuka puasa. Menu ini banyak tersaji di pasar-pasar takjil Ramadan.
Patola adalah makanan ringan yang bahan dasarnya adalah tepung beras dan tambahan sedikit garam.
Bahan tersebut lalu diuleni dan dikukus sampai menjadi adonan, lalu dicetak menggunakan batok kelapa yang telah dilubangi hingga membuatnya berbentuk serupa kerupuk.
“Ulenan itu dikukus lagi selama sekitar 20 menit,” kata Maslekah( 47), pembuat patola asal Kelurahan Singonegaran, Kecamatan, Banyuwangi, Kabupaten Banyuwangi.
Pembuata patola walaupun terlihat sederhana, namun prosesnya cukup rumit. Adonan patola harus dikukus berulang-ulang agar bentuk dan teksturnya menjadi lembut.
32 Ribu Bibit Tanaman untuk Reboisasi Lereng Raung dan Ijen Banyuwangi
Patola biasanya memiliki tiga varian warna untuk mempercantik bentuk, seperti merah muda, hijau, dan putih. Soal rasa dari warna-warna patola itu sama saja.
Namun yang menjadi kekhasan patola selain warna, adalah penyajiannya yang harus lengkap dengan menggunakan kuah santan. Kuah ini terbuat dari campuran gula merah dab santan yang direbus menggunakan daun pandan.
Menikmati patola idealnya disajikan dengan porsi kecil, karena hanya menjadi makanan pembuka buka puasa. Rasanya yang dominan gurih dan manis sangat digemari.
“Patola hanya ada saat Ramadan saja. Di bulan lainnya sangat jarang orang membuat patola. Ibaratnya seperti ada yang kurang saat berbuka puasa tanpa ada patola,” katanya.
Bupati Banyuwangi Berikan Tali Asih Bagi Pelaku Seni, Budaya dan Pariwisata
Saat Ramadan Maslekah biasanya memproduksi sekitar 1.200 bungkus patola. Dia dibantu enam karyawan untuk membuat patola sejak subuh hingga siang hari.
Patola buatan Maslekah banyak dipesan pedagang yang menyerbu untuk menjualnya kembali maupun untuk dimakan sendiri.
“Pelanggan saya ada sekitar 70 orang. Mereka tiap hari ambil patola ke sini. Biasanya sore sudah habis semua dibeli pelanggan,” lanjutnya.
Keliling Datangi Anak Putus Sekolah, Bupati Ipuk: Tak Ada Alasan untuk Tidak Sekolah
Seperti Betty, salah satu pembeli patola di tempat Maslekah, tiap hari datang untuk membeli patola. Dia membeli puluhan bungkus untuk dijual kembali.” Patola ini unik, karena hanya ada saat Ramadan saja,” kata Betty.
Betty lantas menjual kembali patola itu dengan harga Rp 5. 000 per bungkus.
Bagi warga Banyuwangi, patola merpakan menu khas yang telah dikenal secara turun temurun. Tak tahu sejak kapan resep patola dibuat dan oleh siapa.