Miliki Banyak Potensi, Banyuwangi Dorong Diversifikasi Produk Olahan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 13 Agustus 2024, 20:42 WIB
IMG_20240712_143628_736

BanyuwangiNet.com – Kabupaten Banyuwangi memiliki potensi do sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan perikanan, Untuk itu Pemkab Banyuwangi mendorong masyarakat untuk melakukan diversifikasi produk olahan.

“Produk-produk ini semakin diminati oleh konsumen, tidak hanya dalam bentuk bahan baku, tetapi juga produk jadi yang bernilai tambah,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Seperti Di Dusun Wonokusumo, Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, masyarakat setempat berhasil mengembangkan produk olahan gula semut organik yang diberi merek “Tetes Seludang.”

Terletak di kaki Pegunungan Ijen, produk ini telah menarik perhatian kalangan menengah ke atas karena manfaat kesehatannya, seperti mencegah anemia, diabetes, dan kolesterol. Diproses secara organik dan higienis, gula semut ini juga telah memperoleh sertifikat halal dan PIRT, menambah nilai jualnya di pasar.

Perkuat Integrasi Layanan Primer, Banyuwangi Gelar Festival Posyandu Kreatif

Tidak hanya gula semut, warga Dusun Wonokusumo juga memproduksi gula jawa dan varian gula organik lainnya. Dengan bantuan Pemkab Banyuwangi, para petani dan pengrajin di dusun ini telah mendapatkan pelatihan dan fasilitas sertifikasi yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk mereka. Selain itu, Pemkab juga memfasilitasi para petani dan pengrajin untuk bergabung dalam BPJS Ketenagakerjaan, memberikan perlindungan sosial yang lebih baik bagi mereka.

Industri rumahan ini melibatkan sekitar 20 petani nira dan 15 pengrajin yang tergabung dalam kelompok tani Makmur Bersama, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Tidak hanya sektor pertanian, sektor perikanan di Banyuwangi juga didorong untuk berkembang melalui diversifikasi produk.

Banyuwangi Genjot Produksi Pisang Cavendish

Para nelayan di wilayah ini dilatih untuk tidak hanya menjual hasil tangkapan mentah, tetapi juga mengolahnya menjadi produk turunan seperti nugget, bakso, kerupuk, dendeng, dan balado ikan. Pemkab Banyuwangi telah menggulirkan berbagai program pelatihan yang menyasar masyarakat pesisir, khususnya ibu-ibu nelayan, dengan tujuan meningkatkan kemampuan mereka dalam membuat produk olahan ikan, pemasaran online, dan manajemen keuangan.

Dalam upaya menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan generasi muda, Banyuwangi juga menggelar program “Jagoan Banyuwangi” yang terdiri dari tiga kategori inkubasi bisnis: Jagoan Tani, Jagoan Bisnis, dan Jagoan Digital.

Pada tahun 2023, sebanyak 813 anak muda dari 271 tim telah mengikuti ajang ini, dengan total hadiah modal usaha sebesar Rp. 287,5 juta. Juara Pertama kategori Jagoan Tani diraih oleh tim Javawangi, yang mempromosikan produk olahan rempah seperti jahe jelly drink dan jahe latte, yang dikemas secara menarik dan modern.

“Dengan mengembangkan produk olahan tidak hanya meningkatkan perekonomian lokal, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Ipuk.

Artikel Terkait