Melihat Kebun Buah Naga di Banyuwangi dengan Bantuan Sinar Lampu untuk Pembuahan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 9 April 2023, 00:40 WIB
IMG-20230405-WA0059

BanyuwangiNet.com, Petani buah naga di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mulai memasang lampu-lampu di sekitar kebun mereka pada awal April ini untuk membantu proses pembuahan buah naga.

Biasanya buah naga di Banyuwangi memiliki musim pembuahan alami setiap tahunnya. Saat musim tanam tersebut telah terlewat, petani memanfaatkan sinar cahaya dari ratusan lampu untuk merangsang proses pembuahan.

Lampu-lampu tersebut akan menyala setiap petang hingga menjelang pagi selama sekitar delapan bulan, hingga November.

Peni Himawan, seorang petani buah naga asal Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, menjelaskan bahwa dirinya dan sebagian besar petani buah naga di wilayah itu memakai lampu light emitting diode (LED) untuk proses pencahayaan.’

Berkah Ramadan Bagi UMKM di Pasar Takjil, Banyuwangi Street Food, Sehari Pedagang Bisa Kantongi Rp 1 Juta

Teknis lampu-lampu itu dipasang di sisi atas antara satu pohon dengan pohon lainnya. Peni menjelaskan untuk jumlah lampu yang dipasang di tiap kebun berbeda. “Kalau jumlahnya lampunya, tergantung dengan luas lahan dan jumlah pohon buah naga yang ditanam,” katanya.

“Misalnya dengan kebun buah naga berukuran setengah hektare seperti milik saya, membutuhkan dana sekitar Rp 600.000 tiap tiga minggu, hanya untuk membayar tagihan listrik,” tambah Peni.

Namun menurut Peni nilai tersebut relatif kecil, karena lampu yang dia pakai berjenis LED. Jika ia menggunakan lampu biasa, biaya listriknya bisa mencapai Rp 2,5 juta.

Dampak dari tambahan biaya tersebut adalah meningkatnya biaya produksi, sehingga harga buah naga saat “musim lampu” lebih mahal dibandingkan dengan musim pembuahan normal.

Festival Islami Banyuwangi, Musik Patrol dan Tari Kuntulan Hibur Warga Banyuwangi

Perbedaan harganya bisa mencapai dua kali lipat bahkan lebih. Di tingkat petani harga buah naga saat musim pembuahan alami sekitar antara Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per kg, sedangkan saat ini harga buah naga telah meningkat menjadi Rp 15.000 per kg.

Meski kenaikan harga tersebut membuat petani merasa beruntung, namun hal tersebut dipengaruhi oleh tingginya permintaan saat Ramadan dan menipisnya stok buah dari petani akibat peralihan musim pembuahan.

“Apabila masa peralihan terlewati, stok buah naga biasanya akan menjadi lebih tinggi. Ini karena dengan proses pembuahan menggunakan bantuan sinar lampu dapat membuat masa panen bisa lebih banyak,” katanya.

Peni menjelaskan bahwa jumlah panen saat musim pembuahan alami bisa mencapai 10 kali, sedangkan jika menggunakan lampu, jumlah panennya bisa lebih banyak lagi. Hal ini menjadi harapan para petani buah naga agar harga buah naga tetap stabil, sehingga mereka bisa memperoleh keuntungan yang lebih banyak.

Artikel Terkait