Mahasiswa UNAIR dan UTM Gelar Pengabdian Masyarakat di Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 21 Februari 2025, 12:39 WIB
mahasiswa dari Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) melaksanakan Belajar Bersama Komunitas (BBK) di Kabupaten Banyuwangi.
Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) melaksanakan Belajar Bersama Komunitas (BBK) di Kabupaten Banyuwangi.

BanyuwangiNet.com – Sebanyak 96 mahasiswa dari Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) berpartisipasi dalam program Belajar Bersama Komunitas (BBK) di Kabupaten Banyuwangi.

Program ini bertujuan untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan serta menyerap nilai-nilai inovasi dari daerah yang dikenal dengan berbagai terobosannya ini.

Imbauan Ipuk Gantikan Karangan Bunga Pelantikan dengan Paket Sembako Disambut Antusias

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Banyuwangi, M.Y. Bramuda, menyambut para mahasiswa di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan pada Jumat (21/2/2025). Dalam sambutannya, ia mengapresiasi pilihan Banyuwangi sebagai lokasi kegiatan pengabdian masyarakat.

“Selamat datang di Banyuwangi. Terima kasih telah memilih daerah ini sebagai tempat belajar dan berkontribusi. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi mahasiswa serta masyarakat setempat,” ujar Bramuda.

Turut hadir dalam acara ini Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNAIR, Dr. Pratiwi Soesilawati; Ketua Program Geliat, Prof. Nyoman Anita Damayanti; Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Kedokteran dan Ilmu Alam (FIKKIA) UNAIR Banyuwangi, Prof. Soetojo; serta perwakilan civitas akademika lainnya.

Ipuk Imbau Karangan Bunga Pelantikan Bupati ke Bantuan Sembako

Dr. Pratiwi Soesilawati menjelaskan bahwa Banyuwangi dipilih karena memiliki berbagai program inovatif yang telah terbukti meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Banyuwangi menjadi lokasi yang menarik bagi mahasiswa untuk belajar langsung di lapangan. Harapannya, mereka dapat menerapkan ilmu yang telah diperoleh sekaligus menyerap semangat inovasi dari daerah ini,” ungkap Pratiwi.

Sebanyak 96 mahasiswa yang tergabung dalam program ini terdiri dari 46 mahasiswa UNAIR dan 50 mahasiswa pertukaran dari UTM. Selama dua pekan, mulai 21 Februari hingga 7 Maret, mereka akan terlibat dalam berbagai kegiatan di sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan. Para peserta ditempatkan di beberapa desa di Kecamatan Licin, seperti Desa Banjar, Licin, Jelun, dan Gumuk.

Ipuk-Mujiono Siap Dilantik Presiden Prabowo

Dalam bidang kesehatan, mahasiswa akan melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai kesehatan gigi dan mulut di sekolah-sekolah serta memberikan penyuluhan di posyandu terkait kesehatan ibu hamil dan balita. Di sektor ekonomi, mereka akan mengadakan berbagai pelatihan keterampilan, seperti mencukur rambut, membuat sistem akuaponik, dan budidaya ikan lele, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Kami berharap program ini memberikan dampak positif bagi warga dan menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa,” tutup Pratiwi.

Artikel Terkait