Khofifah Salurkan Rp 5,26 Miliar Bansos dan Tali Asih untuk Warga Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 28 Februari 2026, 23:33 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial (bansos) dan tali asih kepada masyarakat Kabupaten Banyuwangi. Bantuan tersebut meliputi Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) kepada 65 orang, Bantuan Sosial PKH Plus kepada 866 penerima, serta zakat produktif untuk 50 pelaku usaha kecil.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan berbagai bantuan sosial (bansos) dan tali asih kepada masyarakat Kabupaten Banyuwangi. Bantuan tersebut meliputi Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) kepada 65 orang, Bantuan Sosial PKH Plus kepada 866 penerima, serta zakat produktif untuk 50 pelaku usaha kecil.

BanyuwangiNet.com – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyalurkan berbagai bantuan sosial (bansos) dan tali asih kepada masyarakat Kabupaten Banyuwangi dengan total nilai Rp 5,26 miliar.

Bantuan tersebut meliputi Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) kepada 65 orang, Bantuan Sosial PKH Plus kepada 866 penerima, serta zakat produktif untuk 50 pelaku usaha kecil.

Selain itu, disalurkan pula tali asih kepada Taruna Siaga Bencana (Tagana), bantuan program pemberdayaan BUMDesa, Desa Berdaya, Program Jatim Puspa, serta Bantuan Keuangan Desa.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Khofifah kepada perwakilan penerima di Kantor Kecamatan Glenmore, Sabtu (28/2/2026). Kegiatan tersebut didampingi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

Percontohan Nasional, Hasil Digitalisasi Bansos Banyuwangi Diumumkan 2 Maret, Kini Masuk Masa Sanggah

Bantalan Sosial dan Dukungan Ultramikro

Khofifah mengatakan bantuan yang disalurkan Pemprov Jatim menjadi suntikan semangat sekaligus bantalan sosial bagi masyarakat rentan.

“Jadi kalau untuk asistensi sosial, penyandang disabilitas, untuk lansia, maka sifatnya adalah bantalan sosial,” kata Khofifah.

Sementara bantuan zakat produktif diberikan kepada pelaku usaha ultramikro agar terhindar dari praktik rentenir maupun pinjaman online ilegal.

Bupati Ipuk Minta Puskesmas dan Labkesda Rutin Cek Makanan di 60 Pasar Takjil Banyuwangi

“Kalau ultramikro tentu harapannya supaya mereka bisa terhindar dari rentenir atau mungkin dari pinjol yang tidak bisa mereka verifikasi legalitasnya,” ujarnya.

Menurut Khofifah, program tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten.

“Saling berbagi peran, di Pemprov sendiri bergiliran dan berlaku di 38 kabupaten/kota,” kata dia.

Bupati Ipuk Perkuat Layanan Homecare, Pastikan Lansia Sakit Dirawat di Rumah

Penguatan Program Pengentasan Kemiskinan

Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan bantuan dari Pemprov Jatim memperkuat program pengentasan kemiskinan di Banyuwangi.

“Kemiskinan menjadi salah satu fokus kami. Kami tidak hanya mengandalkan bantuan sosial, tetapi juga menyiapkan berbagai bantalan melalui program ASN Berbagi dan Banyuwangi Berbagi,” kata Ipuk.

ASN Berbagi merupakan program partisipatif ASN yang disalurkan setiap bulan kepada warga miskin. Sementara Banyuwangi Berbagi melibatkan unsur pentahelix melalui program seperti bedah rumah dan layanan kesehatan.

Hadiri Buka Bersama dan Dialog Lintas Elemen, Bupati Ipuk Panen Apresiasi

“Terima kasih Ibu Gubernur atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat Banyuwangi. Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi warga kami, terlebih bertepatan dengan bulan Ramadan,” ujar Ipuk.

Salah satu penerima, Sofiatun (38), warga Desa Kebonrejo, Kecamatan Kalibaru, orang tua Zahira penerima Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas, mengaku bersyukur atas bantuan uang tunai Rp 900 ribu per tiga bulan, kursi roda, dan sembako.

Artikel Terkait