Bupati Ipuk Minta Puskesmas dan Labkesda Rutin Cek Makanan di 60 Pasar Takjil Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 27 Februari 2026, 23:17 WIB
Bupati Ipuk saat berbelanja di Pasar Takjil Kecamatan Purwoharjo, Jumat sore (27/2/2026).
Bupati Ipuk saat berbelanja di Pasar Takjil Kecamatan Purwoharjo, Jumat sore (27/2/2026).

BanyuwangiNet.com – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menginstruksikan seluruh dinas terkait, Puskesmas, kecamatan hingga pemerintah desa untuk mendukung sekaligus memfasilitasi penyelenggaraan pasar takjil Ramadan. Termasuk memastikan keamanan pangan melalui pemeriksaan rutin di setiap lokasi.

Seluruh Puskesmas di Banyuwangi bersama Labkesda aktif memeriksa makanan dan minuman yang dijual di pasar takjil guna memastikan produk bebas dari bahan berbahaya dan aman dikonsumsi masyarakat.

“Ini sudah menjadi SOP. Kami telah instruksikan seluruh Puskesmas untuk rutin memeriksa makanan yang ada di pasar takjil di wilayah kerja masing-masing. Ini agar makanan dan minuman yang dijual aman dari bahan-bahan berbahaya,” kata Ipuk saat berbelanja di Pasar Takjil Kecamatan Purwoharjo, Jumat sore (27/2/2026).

Hadiri Buka Bersama dan Dialog Lintas Elemen, Bupati Ipuk Panen Apresiasi

Saat ini terdapat 60 titik pasar takjil Ramadan yang tersebar di seluruh kecamatan se-Banyuwangi. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 2.245 pedagang.

Ipuk mengimbau para pelaku usaha kuliner untuk hanya menggunakan bahan baku yang aman dan sehat.

“Kalau produk yang dijual enak dan menyehatkan, pasti konsumen akan loyal dan datang kembali. Tentu ini membantu usaha mereka langgeng,” ujarnya.

Bupati Ipuk Perkuat Layanan Homecare, Pastikan Lansia Sakit Dirawat di Rumah

Uji Sampel di Lokasi

Di Kecamatan Purwoharjo, tim laboratorium Puskesmas setempat yang terdiri atas tenaga ahli gizi, analis kesehatan, serta petugas promosi kesehatan, melakukan pengambilan sampel secara acak dari sejumlah pedagang.

Produk yang diuji antara lain es sirup, mutiara, saus, cilok, dan berbagai jenis takjil lainnya.

Kepala Puskesmas Purwoharjo, dr. Sri Istyantini, mengatakan tim telah mengambil 10 sampel makanan dan minuman untuk diuji langsung di lokasi.

Melon Hidroponik Kalibaru Banyuwangi, Panen 1.000 Buah Tiap Dua Pekan

“Hari ini tim sudah mengambil 10 sampel makanan/minuman dan langsung diuji di tempat,” katanya.

Pengujian dilakukan untuk memastikan produk bebas dari kandungan berbahaya seperti formalin, boraks, dan rhodamin B.

“Apabila ditemukan bahan berbahaya pada sampel makanan, produk tersebut akan kami tarik dan kami edukasi pedagang agar menggunakan bahan pangan yang aman,” tegas Sri.

Artikel Terkait