Keren! Festival Gandrung Sewu Banyuwangi Dihelat di 24 Kota di 16 Provinsi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 28 Desember 2021, 19:44 WIB
IMG-20211228-WA0057
Keren! Festival Gandrung Sewu Banyuwangi Dihelat di 24 Kota di 16 Provinsi

BANYUWANGI-Gandrung Sewu telah menjadi ikon Banyuwangi. Digelar sejak 2012, Gandrung Sewu Banyuwangi selalu menyimpan cerita. Namun di 2020, tari kolosal yang diikuti lebih dari seribu penari gandrung tersebut harus berhenti sementara karena pandemi Covid-19. Tahun ini Gandrung Sewu Banyuwangi digelar dengan cara yang keren.

Gandrung Sewu Banyuwangi tahun ini digelar secara virtual yang diikuti penari gandrung di 24 kota di 16 provinsi, yang menyajikan Tari Gandrung di ikon-ikon kota masing-masing daerah bahkan di Hong Kong dengan tajuk “Gandrung Sewu Nusantara”.

Jika sebelum pandemi festival Gandrung Sewu yang telah masuk jajaran salah satu event wisata terbaik nasional versi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) ini, dipusatkan di Pantai Marina Boom Banyuwangi dengan melibatkan lebih dari seribu penari Gandrung, tahun ini Gandrung Sewu ini melibatkan Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) yang ada di penjuru Nusantara dan Hong Kong.

Di antaranya adalah dari Batam, Jakarta, Lampung, Jayapura, Surabaya, Pekanbaru, Samarinda, Tarakan, Bontang, Kupang, Mamuju dan sejumlah daerah lainnya dengan total 24 kota di 16 provinsi.

Baca Juga: Sebanyak 2.500 Nelayan di Banyuwangi Dapat Bantuan Premi Asuransi Gratis

Para penari Gandrung ini menari di tempat-tempat publik yang menjadi ikon tempat perantauan mereka. Seperti di halaman kantor bupati, alun-alun, pinggir jalan, dan tempat-tempat yang menjadi ikon suatu kota berada. Seperti di Jakarta penari gandrung menari di kawasan Tugu Monas. Demikian halnya dengan penari gandrung Jember, menari di halaman kantor Bupati Jember. Ada juga penari gandrung di Palembang yang menari dengan latar belakang Jembatan Ampera, dan ikon-ikon lainnya di berbagai kota.

Keren! Festival Gandrung Sewu Banyuwangi Dihelat di 24 Kota di 16 Provinsi

Tari Gandrung merupakan tarian khas Banyuwangi yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak-Benda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), dan menjadi kebanggaan warga Banyuwangi.

Para penari Gandrung Sewu Nusantara dengan gerakan yang seragam mengikuti irama musik Osing, seakan membawa penonton mengobati rasa rindu akan pertunjukan kolosal Gandrung Sewu yang telah menjadi ikon Banyuwangi.

Festival Gandrung Sewu Nusantara ini dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Krearif, Sandiaga Solahudin Uno, secara virtual. “Banyuwangi selalu memiliki ide-ide kreatif baru yang menarik. Selamat untuk Banyuwangi atas gelaran Gandrung Sewu Nusantara,” kata Sandiaga saat membuka pagelaran yang difokuskan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Selasa (28/12/2021).

Baca Juga: Doa Bersama Lintas Agama untuk Kesejahteraan Masyarakat di Hari Jadi Banyuwangi 2021

Gandrung Sewu Banyuwangi Ajang Konsolidasi

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, Gandrung Sewu Nusantara tidak hanya sekadar menyajikan hiburan. Namun lebih dari itu, menjadi ajang konsolidasi budaya dan sosial bagi seluruh rakyat Banyuwangi di mana pun mereka berada.

“Terus terang saya terharu dengan penyelenggaraan ini. Melibatkan banyak sekali warga Banyuwangi, tidak hanya yang ada di Banyuwangi tapi juga di perantauan. Ini adalah konsolidasi bagi kita semua. Tidak hanya konsolidasi budaya, tapi juga konsolidasi sosial,” ungkap Ipuk.

Dari banyak rakyat Banyuwangi yang terlibat, menjadi simbol sinergitas dan gotong royong yang kuat. “Ini bukan semata Tari Gandrung saja, tapi ini adalah modal sosial bagi Banyuwangi. Pagelaran ini mengeratkan kembali spirit gotong royong, sehingga akan menjadi spirit baru bagi kita semua untuk dapat menyelesaikan berbagai tantangan daerah,” harap Ipuk.

Keren! Festival Gandrung Sewu Banyuwangi Dihelat di 24 Kota di 16 Provinsi

Gandrung Sewu yang digelar sejak 2012 itu di tiap gelarannya dikemas secara kolosal dan apik. Di tiap gelarannya selalu menyajikan cerita yang berbeda-beda.

“Kami berharap tahun depan pandemi Covid-19 telah berakhir sehingga kita bisa kembali Gandrung Sewu Banyuwangi secara langsung. Apabila masih belum usai, kita akan terus berusaha menyajikan virtual show yang lebih keren lagi,” terang bupati perempuan itu.

“Saya bangga karena para penarinya adalah anak-anak Banyuwangi yang merantau di berbagai daerah. Ternyata mereka telah biasa menari karena di perantauan mereka tetap menghidupi beragam kesenian asli Banyuwangi, salah satunya tari gandrung,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi Muhammad Yanuar Bramuda.

Bramuda mengaku tak menyangka mereka menari dengan luwes tari gandrung yang telah menjadi pakem selama ini. Para penari ini menari lengkap dengan seragam dan musik pengiringnya. “Mungkin karena sudah terbiasa menari gandrung, jadi tak perlu waktu lama untuk melatih mereka,” tambah Bramuda.

Gandrung Sewu Nusantara ini mendapat sambutan hangat dari Ikawangi yang terlibat. Seperti Ketua Ikawangi Bontang Sukmo Raharjo, yang bangga bisa ikut terlibat dalam Gandrung Sewu Nusantara. “Ini sangat spektakuler melibatkan seluruh warga Banyuwangi di daerah lain bahkan luar negeri juga terlibat,” katanya.

Sukmo berharap dengan event-event seperti ini bisa menggugah kecintaan teman-teman perantauan di berbagai daerah untuk turut serta membantu mempromosikan budaya daerah di tempatnya merantau. “Semoga nanti ada duta-duta kesenian Banyuwangi di masing-masing daerah seluruh Indonesia,” harapnya.

Artikel Terkait