Kasus Demam Berdarah Meningkat, Pemkab Banyuwangi Ajak Warga Aktif Berantas Sarang Nyamuk

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 23 April 2024, 08:25 WIB
1000050554-02-2

BanyuwangiNet.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyuwangi meminta masyarakat waspada terhadap demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya, kasus penyakit yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut mulai meningkat di Banyuwangi.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat menyebut, hingga 22 April 2024 kasus DBD di Banyuwangi mencapai 205 kasus. “Kasus ini terus mengalami peningkatan sejak Januari 2024, dan 4 orang di antaranya meninggal dunia,” ungkap Amir.

Amir menjelaskan, penyebab naiknya kasus DBD di Banyuwangi disebabkan oleh faktor cuaca. Curah hujan yang tidak menentu menyebabkan timbulnya genangan air yang menjadi tempat tumbuhnya jentik nyamuk Aedes Aegypti.

Amir pun meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Untuk pencegahan, Amir mengajak seluruh stakeholder aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara serentak dengan menerapkan 3M. Yakni menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, dan mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air.

Jagoan Banyuwangi Kolaborasi dengan Kemenkeu

Pemkab juga menyediakan Abate (obat pembasmi larva nyamuk) di puskesmas-puskesmas. Masyarakat yang membutuhkan bisa meminta langsung ke puskesmas terdekat.

“Untuk mencegah gigitan nyamuk, masyarakat kami sarankan menggunakan lotion repellent, memasang kelambu di tempat tidur, serta mengurangi menggantung baju di rumah,” kata Amir.

Jadi Tuan Rumah Ambassador Goes To Kampung KB, Tim BKKBN Survei Lapang ke Banyuwangi

Amir menambahkan, sejauh ini tindakan fogging dilakukan secara selektif, dengan dua syarat. Pertama, ada hasil epidemiologi bahwa terdapat kasus DBD lebih dari satu orang. Kedua, angka bebas jentik lebih dari 5 persen.

“Fogging tidak kami lakukan secara masif karena hanya membunuh nyamuk dewasa, sehingga kurang efektif,” ungkapnya.

Dalam hal penanganan, lanjut Amir, pihaknya meminta agar seluruh faskes sigap melakukan pemeriksaan dan perawatan kepada pasien. Terutama pada hari ke 4-5 pasca demam tinggi, yang merupakan fase kritis.

“Kami juga libatkan seluruh stakeholder seperti camat dan kades untuk memasifkan edukasi kepada masyarakat terkait gejala-gejala DBD agar masyarakat lebih waspada,” pungkasnya.

Artikel Terkait