Jadi Jujugan Belajar Daerah Lain, Ini Strategi Sukses Pariwisata dan Ekonomi Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 10 April 2026, 22:41 WIB
1000791497
Banyuwangi menjadi acuan daerah lain untuk belajar tantang seni budaya hingga pariwisata.

BanyuwangiNet.com – Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, dan Bupati Malang, M. Sanusi, berkunjung ke Banyuwanggi untuk mempelajari strategi pengelolaan pariwisata dan pembangunan daerah. Ini ke sekian kalinya kepala daerah lain belajar langsung ke Banyuwangi. Banyuwangi menjadi jujugan daerah lain untuk belajar berkat capaian kinerja Kabupaten Banyuwangi di berbagai sektor diantaranya sektor pariwisata.

Kunjungan tersebut disambut oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Banyuwangi di kantor pemkab, Kamis (9/4/2026). Hendri Arnis mengungkapkan bahwa ini merupakan kunjungan keduanya ke Banyuwangi sejak pertama kali datang pada 2011. Ia menilai perkembangan daerah tersebut sangat pesat dalam kurun waktu tersebut.

“Saya pertama datang tahun 2011, saat ini datang lagi di 2026 perubahannya sudah jauh sekali, sangat luar biasa. Karenanya kami ingin mempelajari beberapa hal yang mendorong kemajuan Banyuwangi,” kata Hendri.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah sektor pariwisata yang dinilai berkembang pesat seiring dengan penguatan seni dan budaya lokal. Hendri mengaku mengikuti perkembangan Banyuwangi melalui media sosial dan melihat berbagai event yang dikemas secara menarik.

“Kami melihat beragam event seni budaya dan kearifan lokal yang dikemas dengan sangat baik,” ujarnya.

Ia berharap kunjungan ini dapat ditindaklanjuti dengan kerja sama dan komunikasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD) untuk saling berbagi pengalaman dalam memajukan daerah.

INKA Kirim 60 Gerbong Datar Pesanan KAI ke Palembang, 100% Diproduksi di Banyuwangi

Hal serupa disampaikan Bupati Malang, M. Sanusi. Ia mengapresiasi keberhasilan Banyuwangi dalam mengangkat potensi daerah melalui sektor pariwisata.

“Kami juga ingin belajar berbagai alternatif pembiayaan pembangunan yang telah dilakukan Banyuwangi untuk memajukan daerah,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa dengan luas wilayah besar dan jumlah penduduk sekitar 1,7 juta jiwa, Banyuwangi dituntut untuk terus berinovasi di tengah keterbatasan fiskal.

“Tantangan tersebut serta keterbatasan fiskal menuntut kami harus terus berinovasi untuk mengubah tantangan menjadi peluang,” kata Ipuk.

Salah satu strategi yang diterapkan adalah menjadikan pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi daerah. Namun, fokusnya tidak hanya pada peningkatan jumlah wisatawan, melainkan juga pada dampak ekonomi bagi masyarakat dan penciptaan lapangan kerja.

Ipuk menjelaskan bahwa Banyuwangi menerapkan konsep 3A dalam pengembangan pariwisata, yakni aksesibilitas, atraksi, dan amenitas yang memadai.

“Kami bersyukur memiliki warga Banyuwangi yang sangat bangga dengan budayanya. Jadi, ide kami sangat nyambung dengan warga,” ujarnya.

Bertepatan dengan Ramadan dan Idulfitri, Inflasi Banyuwangi di Bulan Maret 2026 Terkendali

Menurutnya, seni dan budaya lokal tidak ditinggalkan, melainkan justru diangkat menjadi daya tarik utama. Berbagai tradisi yang telah mengakar di masyarakat dikemas ulang dengan manajemen event modern, salah satunya melalui Banyuwangi Festival.

“Tradisi yang telah hidup turun-temurun di warga kami kemas sedemikian rupa dengan manajemen event kekinian, akhirnya menjadi atraksi yang menarik. Banyak event yang memang digelar atas inisiatif warga, kami mengkurasinya sedikit agar lebih apik atraksinya,” jelas Ipuk.

Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat tersebut berdampak pada peningkatan kinerja ekonomi daerah. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi tercatat mencapai 5,65 persen, meningkat dari 4,68 persen pada 2024. Sementara itu, angka kemiskinan juga mengalami penurunan dari 6,54 persen pada 2024 menjadi 6,13 persen pada 2025.

Artikel Terkait