Bertepatan dengan Ramadan dan Idulfitri, Inflasi Banyuwangi di Bulan Maret 2026 Terkendali

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 9 April 2026, 17:46 WIB
1000789614
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani turun ke pasar tradisional untuk mengecek harga sejumlah komoditas.

BanyuwangiNet.com – Laju inflasi di Banyuwangi selama bulan Maret 2026 tetap terkendali meskipun bertepatan dengan momentum Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Permintaan kebutuhan masyarakat yang meningkat di bulan Ramadan dan Idulfitri biasanya memicu kenaikan harga berbagai komoditas.

Data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Banyuwangi pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,37 persen. Dibandingkan dengan inflasi Jawa Timur yang tercatat sebesar 0,38 persen, angka ini lebih rendah. Begitu pula dengan inflasi  nasional yang mencapai 0,94 persen pada periode yang sama.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga stabilitas harga. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, Bulog, Pertamina, TNI, Polri, serta pemangku kepentingan lainnya berperan penting dalam pengendalian inflasi.

“Ini berkat kerjasama kolaboratif banyak pihak, yang bekerja keras menjaga stabilitas harga, sehingga inflasi Banyuwangi tetap terjaga,” jelas Ipuk, Kamis (9/4/2026).

Jadi Jujugan Wisata, Pertumbuhan Ekonomi Banyuwangi Lebih Tinggi dari Jatim dan Nasional

Sementara itu, Kepala BPS Banyuwangi, Abdus Salam, menjelaskan bahwa selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri terjadi kenaikan harga pada sejumlah komoditas bahan pokok. Selain itu, peningkatan permintaan LPG turut mempengaruhi kenaikan harga energi di pasaran.

“Meski sempat terdapat kenaikan harga pada komoditas tertentu, Banyuwangi tetap bisa mengendalikan laju inflasinya selama bulan Maret,” ujar Salam.

Ia merinci, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras, dan daging sapi. Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya kebutuhan konsumsi masyarakat selama Ramadan.

Permintaan LPG yang tinggi hingga akhir Maret 2026 juga menyebabkan kenaikan harga di sejumlah wilayah. Kondisi ini dipengaruhi oleh tingginya konsumsi masyarakat serta keterbatasan pasokan di pasar.

Harga Plastik Kemasan Naik Hingga 70 Persen di Banyuwangi

Selain faktor domestik, Salam menambahkan bahwa dinamika global turut memberi tekanan terhadap inflasi, termasuk kenaikan harga bahan bakar non-subsidi akibat konflik di Timur Tengah.

“Situasi global yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir juga turut mempengaruhi inflasi daerah hingga nasional. Di antaranya kenaikan harga bahan bakar non subsidi akibat perang di timur tengah,” jelasnya.

Meski demikian, inflasi Banyuwangi tetap terkendali berkat langkah aktif pemerintah daerah bersama berbagai pihak. Satgas pangan melakukan pemantauan langsung di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan untuk memastikan ketersediaan stok dan kestabilan harga.

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Banyuwangi juga menggelar operasi pasar sembako murah di berbagai kecamatan guna menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, pemerintah daerah turut mengadakan operasi pasar khusus LPG 3 kg.

“Pemkab Banyuwangi juga menggelar operasi pasar khusus LPG 3 kg di sejumlah titik untuk mengatasi kelangkaan dan memastikan masyarakat mendapatkan gas dengan harga sesuai ketentuan,” terangnya.

Artikel Terkait