Sensus Ekonomi 2026 Berjalan, Bupati Ipuk Ajak Warga Berikan Data Akurat
BanyuwangiNet.com – Sensus Ekonomi 2026 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) resmi dimulai di Banyuwangi. Program pendataan nasional tersebut menyasar seluruh rumah tangga untuk memperoleh gambaran kondisi ekonomi masyarakat secara lebih akurat dan terkini.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjadi salah satu warga yang mengikuti pendataan sensus ekonomi. Pendataan dilakukan di kediamannya di Banyuwangi pada Rabu (24/6/2026), dengan pendampingan langsung dari Kepala BPS Banyuwangi, Abdus Salam.
Dalam proses tersebut, Ipuk memberikan berbagai informasi yang dibutuhkan petugas terkait kondisi ekonomi rumah tangga. Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran penting dalam menyediakan data yang dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
“Alhamdulillah, hari ini kami sudah disensus oleh BPS. Petugas menanyakan apa yang ada di dalam rumah, terutama dari sisi ekonomi rumah tangga,” kata Ipuk.
Ia menjelaskan, hasil sensus nantinya tidak hanya menggambarkan kondisi ekonomi setiap rumah tangga, tetapi juga memetakan sektor-sektor ekonomi yang berkembang di daerah.
“Data yang didapat akan mencerminkan keadaan ekonomi masyarakat, yang nanti bisa menjadi bahan intervensi berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Ipuk menambahkan, data yang akurat sangat dibutuhkan pemerintah untuk memahami perkembangan ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Dengan data tersebut, pemerintah daerah dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Data yang akurat tidak hanya membantu pemerintah memetakan kondisi ekonomi masyarakat. Hal ini diperlukan agar pemkab mengetahui peta ekonomi Banyuwangi dan bagaimana pergerakannya. Sehingga kami bisa mengambil kebijakan dengan tepat untuk lebih menggerakkan ekonomi di daerah,” kata Ipuk.
Karena itu, Ipuk mengajak masyarakat Banyuwangi untuk menerima petugas sensus dan memberikan informasi yang benar sesuai kondisi sebenarnya. Menurutnya, pembaruan data ekonomi secara berkala menjadi kunci agar berbagai program pemerintah dapat berjalan efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Kepala BPS Banyuwangi Abdus Salam mengatakan, Sensus Ekonomi 2026 menargetkan seluruh rumah tangga di Banyuwangi. Untuk mendukung pelaksanaannya, BPS melibatkan sekitar 1.953 petugas sensus. Pendataan telah berlangsung sejak 17 Juni 2026 dan dijadwalkan berakhir pada 31 Agustus 2026.
Banyuwangi Siapkan Layanan Konsultasi Kesehatan Online 24 Jam Gratis via WhatsApp
Abdus Salam mengimbau masyarakat untuk bersikap terbuka saat menerima petugas dan memberikan jawaban yang jujur agar data yang diperoleh benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat.
“Sensus ini akan memotret ekonomi warga Banyuwangi, dan ini akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah maupun pusat untuk membuat kebijakan yang tepat bagi masyarakat. Contohnya adalah program KUR yang lahir dari sensus ekonomi sebelumnya setelah mengetahui potret ekonomi Indonesia didominasi UMKM,” jelas Abdus Salam.
Pemkab Perkuat Program Lansia Sehat dan Produktif
Ia juga menegaskan bahwa data yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi 2026 tidak berkaitan dengan kewajiban perpajakan masyarakat. Karena itu, warga tidak perlu khawatir saat memberikan informasi kepada petugas sensus.
“Mohon terima petugas dengan baik, isi jawaban dengan benar. Dan yang penting, data rahasia yang disampaikan tidak ada kaitan dengan pajak. Sampai saat ini belum ada laporan terkait penolakan dari warga,” kata Abdus Salam.