Festival Kitab Kuning Banyuwangi, Warisan Keilmuan Ulama Nusantara
BanyuwangiNet.com – Festival Kitab Kuning Banyuwangi mengangkat khazanah kitab kuning Kiai Saleh Lateng resmi dibuka, Sabtu Malam (10/6/2023). Festival ini bertujuan untuk mempromosikan pentingnya belajar kitab kuning kepada generasi muda Banyuwangi dan merestorasi keilmuan hasil karya para ulama nusantara.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menggarisbawahi pentingnya Festival Kitab Kuning sebagai bagian dari transfer knowledge.
“Festival kitab kuning adalah upaya untuk lebih menggaungkan belajar kitab kuning kepada generasi muda khususnya, sehingga warisan keilmuan ulama nusantara dapat terus hidup dan berkembang di tengah-tengah mereka,” kata Bupati Ipuk di Masjid Kyai Saleh, Lateng.
Kembali Digelar, Festival Kitab Kuning Banyuwangi Didedikasikan untuk Kiai Saleh Lateng
Ia mengatakan kajian kitab kuning saat ini sudah mulai berkurang. Padahal, menurutnya, ada banyak warisan keilmuan yang bisa dipelajari dari kitab.
“Semoga ini menjadi motivasi bagi daerah lain untuk melakukan hal yang sama,” terang Ipuk.
Koleksi kitab kuning yang ada di Masjid Kyai Saleh, lanjut Ipuk, merupakan sebuah harta yang perlu diapresiasi dan dimanfaatkan dengan baik.
“Ada dua rak kitab peninggalan Kyai Saleh yang baru dibuka setelah puluhan tahun tidak dibuka. Isinya adalah warisan keilmuan dari kitab-kitab yang bukan hanya dari nusantara, namun juga dunia. Ini adalah harta karun islam nusantara yang perlu dipelajari dan dipertahankan,” ujar Ipuk.
Seperti diketahui, Kyai Saleh adalah pendiri Nahdatul Ulama (NU) Banyuwangi dan Pahlawan Kabupaten Banyuwangi. Beliau memiliki nama kecil Ki Agus Muhammad Saleh.
Di Nahdlatul Ulama, Kiai Saleh terhitung sebagai ulama yang diperhitungkan. la duduk sebagai Mustasyar pada susunan kepengurusan NU hasil muktamarnya yang ketiga (1928). Dalam berbagai kesempatan muktamar, Kiai Saleh juga kerap diminta memberikan tausiyah bersama dengan Hadratussyekh KH. Hasyim Asyari.
Kiai Saleh juga menjadi sosok penting dalam pendirian GP Ansor. Pada Rapat Syuriyah yang digelar di Pesantren Lateng, tepat 24 April, ANO dinyatakan resmi sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama. Peristiwa inilah yang kemudian dijadikan momentum penanda lahirnya Gerakan Pemuda Ansor, salah satu badan otonom NU dan organisasi kepemudaan terbesar di Republik Indonesia.
Ketua Takmir Masjid Kiai Saleh, Rahmad Zainuddin, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi atas dukungan yang diberikan dalam merestorasi karya kitab-kitab ulama nusantara yang menjadi koleksi Kiai Saleh.
“Ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami dan menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan warisan keilmuan Kiai Saleh,” ujar cucu Kyai Saleh itu.
Turut hadir anggota LTN PBNU, Ginanjar Sya’ban; Ketua Nahdlatut Turdis, Usman Hasan Al Akhyari; KH. Amin Asy’ari, hingga Ketua MUI Banyuwangi, KH. Mohammad Yamin;
Acara Festival Kitab Kuning 2023 juga menampilkan berbagai kegiatan menarik, antara lain pameran kitab kuning, lomba baca kitab kuning, kajian kitab, serta peluncuran kitab baru.