Cegah Macet Ekstrem, Jalan Nasional Ketapang-Watudodol Banyuwangi Diusulkan Diperlebar
BanyuwangiNet.com – Untuk mengantisipasi terulangnya kemacetan ekstrem di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur mengusulkan pelebaran ruas jalan nasional Ketapang–Watudodol di Kabupaten Banyuwangi. Usulan ini telah disampaikan kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa–Bali.
Kepala Dinas Perhubungan Banyuwangi, I Komang Sudira Atmaja, menjelaskan bahwa usulan serupa sebenarnya pernah diajukan sejak beberapa tahun lalu. Namun, pelebaran yang saat ini dikerjakan baru mencakup ruas Ketapang–Rogojampi, sedangkan jalur Ketapang–Watudodol yang kerap menjadi titik macet belum tersentuh.
“Saat itu kami mengusulkan pelebaran jalan mulai Watudodol sampai tembus ke Rogojampi. Sedangkan yang saat ini sudah dikerjakan adalah pelebaran mulai dari Ketapang sampai dengan Rogojampi,” kata Komang, Senin (16/9/2025).
Simulasi Kebakaran Kapal di Selat Bali, Uji Kesiapan Keselamatan Penyeberangan Jelang Harhubnas 2025
Menurut Komang, kemacetan parah yang terjadi pada akhir Juli hingga awal Agustus 2025 menjadi alasan kuat diusulkannya kembali pelebaran jalan ini. Jalur Ketapang–Watudodol sempat mengalami antrean kendaraan panjang hingga disebut sebagai “kemacetan horor”.
“Atas kejadian tersebut, Kepala Dishub Provinsi kembali mengusulkan pelebaran jalan sampai dengan Watudodol kepada BBPJN,” tambahnya.
Dampak Positif Pelebaran Jalan
Jika pelebaran dilakukan, arus lalu lintas menuju Pelabuhan Ketapang akan jauh lebih lancar, terutama ketika terjadi penumpukan kendaraan akibat penutupan pelabuhan atau lonjakan penyeberangan.
Bupati Banyuwangi Ipuk Tenggelamkan Fish Bank, Dorong Konservasi Laut dan Sejahterakan Nelayan
“Saat antrean kendaraan melebar ke jalan, sisi badan jalan bisa dipakai untuk kendaraan yang menunggu keberangkatan. Jalur yang lebih lebar bisa dimanfaatkan maksimal untuk antrean,” jelas Komang.
Dishub Banyuwangi memperkirakan, pelebaran bisa dilakukan dengan variasi lebar di setiap titik. Ada ruas yang memungkinkan ditambah hingga 4 meter, sementara di lokasi lain hanya cukup 2–3 meter. Dengan penyesuaian tersebut, lebar jalan nantinya bisa mencapai 10–14 meter.
Rembuk Disabilitas Banyuwangi 2025, Bupati Ipuk Tegaskan Komitmen Kabupaten Inklusif
Komang berharap BBPJN segera melakukan survei lapangan sebagai tahap awal realisasi proyek pelebaran ini.
“Mudah-mudahan tidak sampai tahun 2026 sudah ada survei. Kalau survei sudah dilakukan, pasti akan masuk perencanaan tahun 2026,” ungkapnya.