Capai 700 Ribu Ton per Tahun, Banyuwangi Komitmen Optimalkan Potensi Perikanan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 8 November 2024, 18:32 WIB
IMG_20241105_130357

BanyuwangiNet.com – Kabupaten Banyuwangi merupakan dengan potensi besar perikanan di Indonesia. Dengan panjang garis pantai sekitar 175 kilometer, sektor perikanan tangkap dan budidaya, mampu menghasilkan Rp 8 triliun atau setara dengan 7,93 persen dari total PDRB pada tahun 2023.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan potensi perikanan tangkap di Banyuwangi mencapai 700 ribu ton per tahun.

Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi, Suryono Bintang Samudera, menjelaskan bahwa sektor perikanan di kabupaten ini mencakup semua jenis perikanan—dari laut, perairan payau, hingga air tawar.

“Banyuwangi diberkahi potensi dan letak geografis yang luar biasa sehingga menjadi pendorong ekonomi yang signifikan,” ungkap Suryono.

Banyuwangi Lolos Penilaian Lapang IGA 2024: Dorongan Inovasi Demi Kesejahteraan Masyarakat

Banyuwangi berbatasan langsung dengan Samudera Hindia dan Selat Bali, yang masing-masing menyimpan potensi besar perikanan tangkap. Di Samudera Hindia, wilayah perairan Banyuwangi mencapai luas 2 ribu mil persegi dengan potensi hasil tangkap hingga 212.500 ton per tahun.

Sementara di Selat Bali, potensi perikanan tangkap mencapai 46 ribu ton per tahun dengan metode ramah lingkungan yang disesuaikan dengan karakter perairan setempat.

Terdapat puluhan jenis ikan di perairan laut Banyuwangi, dengan jenis yang dominan seperti tongkol, lemuru, dan makarel. “Produksi ikan terus meningkat setiap tahunnya, sekitar 2 hingga 5 persen,” tambah Suryono. Saat ini, data sedang dikumpulkan untuk hasil tangkapan ikan dari wilayah perairan yang berada di atas 12 mil laut di Samudera Hindia. Suryono memperkirakan bahwa jika hasil tangkapan ini terdata sebagai potensi Banyuwangi, total produksinya akan jauh lebih besar.

Ngopi Sepuluh Ewu: Rajut Kebersamaan dan Persaudaraan

Selain perikanan tangkap, Banyuwangi juga dikenal sebagai produsen utama udang di Jawa Timur dengan produksi mencapai 19.260 ton per tahun, menyumbang sekitar 20 persen dari total produksi udang di provinsi tersebut. Dengan luas tambak terbatas hanya 1.381 hektare, Banyuwangi menjadi rujukan nasional untuk pengembangan teknologi perudangan.

“Teknologi yang kami gunakan untuk tambak udang cukup maju, dan banyak pakar perudangan berada di Banyuwangi. Kabupaten ini telah menjadi barometer bagi industri udang di tingkat nasional,” ujar Suryono.

Di sektor perikanan air tawar, meskipun kontribusinya relatif kecil dibanding sektor lainnya, Banyuwangi memiliki rencana pengembangan kampung-kampung ikan budidaya di beberapa wilayah. Upaya ini diharapkan mampu memperluas ketahanan pangan lokal dan meningkatkan pendapatan masyarakat di daerah tersebut.

Berdasarkan sensus BPS pada 2023, sektor perikanan di Banyuwangi tumbuh 66 persen dalam satu dekade terakhir, menjadikannya salah satu sektor kunci dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Banyuwangi berkomitmen untuk mengoptimalkan kekayaan laut dan perikanan budidayanya demi kesejahteraan masyarakat. Potensi besar ini, jika terus dikelola dengan baik, diyakini akan memperkuat ketahanan pangan dan menjadi tulang punggung ekonomi lokal.

Artikel Terkait