Bupati Ipuk Simulasi Program Makan Siang Bergizi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 18 September 2024, 13:11 WIB
IMG-20240917-WA0204

BanyuwangiNet.com – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kembali menjalankan program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) dengan berkantor di tiga desa di Kecamatan Glagah, yakni Tamansuruh, Kemiren, dan Glagah, Selasa (17/9/2024). Dalam kunjungannya, Ipuk fokus pada berbagai program yang mencakup pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan infrastruktur.

Salah satu kegiatan penting di bidang pendidikan adalah simulasi program makan siang bergizi, yang dilaksanakan di SDN 5 Desa Tamanbaru. Simulasi ini merupakan persiapan pemerintah daerah untuk menyambut program nasional makan siang bergizi dari pemerintah pusat.

“Simulasi ini dilakukan untuk melihat bagaimana teknis pelaksanaannya di lapangan, terutama distribusi makanan bergizi kepada siswa, khususnya di desa-desa yang letaknya jauh dari pusat kota,” ujar Ipuk saat mendampingi para pelajar yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Nikmatnya Kue Klemben Tradisional dari Desa Adat Banyuwangi

Menu makan siang yang disajikan kepada para siswa mengikuti pedoman gizi seimbang dari program ‘Isi Piringku’ Kementerian Kesehatan. Para siswa menikmati hidangan yang terdiri dari nasi, ikan laut goreng, tahu goreng, bakwan jagung, dan buah jeruk sebagai sumber vitamin. Para siswa tampak antusias dan lahap menyantap hidangan bergizi tersebut. “Simulasi ini akan dilanjutkan di sekolah-sekolah lainnya,” tambah Ipuk.

Ipuk menjelaskan bahwa program makan siang bergizi ini nantinya akan menjadi pelengkap berbagai program pendidikan yang sudah berjalan di Banyuwangi. Di antaranya adalah Garda Ampuh (Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah), yang memberikan bantuan kepada anak-anak putus sekolah atau yang rentan putus sekolah. Dalam tiga tahun terakhir, program ini telah membantu 2.605 pelajar dengan alokasi dana sebesar Rp6,25 miliar.

Pariwisata Banyuwangi Tumbuh, Bawa Berkah bagi Usaha Anyaman Atap Ilalang

Selain itu, Banyuwangi juga memiliki program bantuan uang saku dan uang transportasi yang telah diberikan kepada 1.722 pelajar dalam tiga tahun terakhir, dengan total bantuan sebesar Rp8,26 miliar. “Bantuan uang saku ini membantu siswa agar tidak minder di sekolah, terutama saat jam istirahat, sehingga mereka tetap semangat belajar,” jelas Ipuk.

Program lainnya adalah Siswa Asuh Sebaya (SAS), yang telah menyalurkan dana lebih dari Rp22 miliar untuk membantu siswa yang membutuhkan. Ada pula Program Rindu Bulan (Rintisan Desa Tuntas Belajar 12 Tahun) yang bertujuan meningkatkan rata-rata lama sekolah di Banyuwangi.

Berkat berbagai intervensi tersebut, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di bidang pendidikan Banyuwangi menunjukkan peningkatan. Rata-rata lama sekolah naik dari 7,66 tahun di 2022 menjadi 7,76 tahun di 2023, sementara harapan lama sekolah meningkat dari 13,11 tahun menjadi 13,12 tahun pada periode yang sama.

“Semua program ini bertujuan untuk memastikan anak-anak Banyuwangi mendapat akses pendidikan yang layak dan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tutup Ipuk.

Artikel Terkait