Bupati Ipuk Resmikan Bantuan Sumur Bor dan Irigasi dari Kementan, untuk Tingkatkan Produktivitas dan Antisipasi Kekeringan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 7 Mei 2026, 22:22 WIB
1000833180
Bupati Banyuwangi meresmikan sumur bor bantuan Kementan.

BanyuwangiNet.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian dalam upaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan pembangunan sumur bor dan jaringan irigasi bagi petani di sejumlah wilayah Banyuwangi.

Salah satu bantuan sumur bor diterima Kelompok Tani (Poktan) Keji Beling di Desa Kaotan, Kecamatan Blimbingsari. Infrastruktur tersebut mampu mengairi lahan persawahan seluas 50,63 hektar yang digarap oleh 63 petani.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengatakan, keberadaan sumur bor menjadi solusi penting untuk menjamin ketersediaan air irigasi sepanjang tahun, terutama menjelang musim kemarau.

“Adanya sumur bor ini memberikan kepastian ketersediaan air bagi petani sepanjang tahun. Sehingga dapat mendorong produktivitas pertanian sekaligus juga sebagai upaya antisipasi kekeringan jelang musim kemarau yang segera tiba,” kata Ipuk saat meresmikan rumah pompa di area persawahan Poktan Keji Beling, Kamis (7/5/2026).

Mitigasi Potensi Kemarau Panjang 2026, Pemkab Banyuwangi Percepat Tanam Padi hingga 672 Hektar

Peresmian tersebut dilakukan di sela kegiatan program Bupati Ngantor di Desa atau Bunga Desa. Ipuk menjelaskan, sumur bor tidak hanya berfungsi menjaga pasokan air irigasi, tetapi juga berdampak langsung terhadap peningkatan ekonomi petani. Dengan pasokan air yang lebih stabil, petani dapat meningkatkan intensitas tanam, mempercepat masa tanam, hingga mengurangi risiko gagal panen saat musim kemarau.

Selain itu, distribusi air kini lebih teratur dan merata karena dikelola melalui rumah pompa. Kondisi tersebut membuat petani tidak lagi harus bergantian memperoleh pasokan air seperti sebelumnya.

“Mari kita jaga bersama-sama fasilitas yang sudah tersedia ini supaya bisa digunakan secara jangka panjang untuk kesejahteraan semua,” ujarnya.

Bantuan sumur bor tersebut merupakan bagian dari Program Optimasi Lahan (Oplah) dari Kementerian Pertanian. Program ini bertujuan meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas pertanian melalui penataan sistem pengairan dan lahan.

Pada 2025, program optimasi lahan di Banyuwangi dilaksanakan di area seluas 1.008 hektar yang tersebar di Kecamatan Rogojampi, Blimbingsari, dan Srono. Program tersebut meliputi pembangunan 29 unit sumur bor, tiga unit jaringan irigasi tersier sepanjang total 300 meter, serta bantuan benih untuk 1.001 hektar sawah sebanyak 25.025 kilogram.

Pemkab Banyuwangi Gratiskan PBB untuk 6.836 Warga Miskin, Ini Kriterianya

Ketua Poktan Keji Beling Desa Kaotan, Isa Ansori, mengaku bantuan tersebut sangat membantu petani, terutama dalam menjaga ketersediaan air saat musim kemarau.

“Sebelum ada sumur bor, petani harus bergantian untuk dapat air, sekarang tidak lagi. Masa tanam dan panen juga bertambah yang tadinya dua kali setahun bisa tiga kali setahun. Kami juga tidak perlu khawatir lagi menanam di musim kemarau karena airnya cukup,” kata Isa.

Menurut Isa, keberadaan rumah pompa dan sumur bor juga membuka peluang usaha baru bagi kelompok tani. Air dari sumur bor kini dimanfaatkan untuk budidaya ikan hingga wahana kolam renang anak yang dikelola poktan.

“Penghasilan dari usaha itu sebagian digunakan untuk biaya operasional sumur bor, seperti membeli token listrik dan kebutuhan operasional kelompok tani lainnya,” imbuhnya.

Artikel Terkait