Berkah Ramadan, Pesanan Songkok Anyaman Bambu Gintangan Banyuwangi Naik Lima Kali Lipat
BanyuwangiNet.com – Para pengrajin songkok ayaman bambu Gintangan Banyuwangi, mendapat berkah Ramadan. Pesanan songkok di desa Gintangan, Kecamatan Blimbngsari, Kabupaten Banyuwangi itu naik lima kali lipat.
Para pengrajin songkok anyaman ini mengalami keberkahan selama bulan Ramadan tahun ini, di mana pesanan songkok mulai berdatangan sejak awal bulan suci tersebut.
Pariwisata Banyuwangi Menjadi Contoh Penerapan Reformasi Birokrasi Tematik
Menurut Samlawi Hadi Suparnato, seorang pengrajin songkok rajut, pesanan pada Ramadan tahun ini naik signifikan, mencapai 20 kodi, dibandingkan dengan hari biasa yang hanya 3-4 kodi. Songkok anyaman ini biasanya digunakan selama bulan puasa atau saat Idul Fitri.
“Alhamdulilah pesanan sudah sampai 20 kodi. Kalau hari-hari biasa sekitar 3-4 kodi saja,” kata Samlawi.
Jadi Pilot Project Sertifikasi Halal Nasional, Dua Rumah Potong Hewan di Banyuwangi Lolos Audit
Songkok anyaman adalah kerajinan yang laku saat musim tertentu, yakni saat hari besar umat Islam, berbeda dengan kerajinan berbahan dasar bambu lain yang relatif tetap laku pada saat apapun.
Samlawi membuat songkok anyaman di rumahnya dan tangan-tangannya merajut satu demi satu anyaman bambu hingga menghasilkan bentuk songkok yang ideal. Dalam sehari, ia bisa membuat sekitar 20 songkok rajut dengan harga jual antara Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu per biji, tergantung pada jenis motif dan ukuran songkok.
Jelang Lebaran, Pemkab Banyuwangi Tambah Relawan Penjaga Jalur Kereta Api Tak Berpalang Pintu
Songkok anyaman buatan Samlawi dipesan dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Aceh. “Kelebihan dari songkok anyaman ini adalah awet serta tahan air dan keringat. Karena songkoknya berongga, waktu dipakai juga tidak panas dan udara bisa keluar-masuk,” jelasnya.
Samlawi mengaku bersyukur karena pesanan songkok anyaman pada Ramadan ini cukup tinggi dan hasil dari penjualan itu bisa ia pakai untuk mencukupi kebutuhan Hari Raya Idul Fitri.