Banyuwangi Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Demam Berdarah

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 20 Januari 2025, 00:16 WIB
nyamuk demam berdarah
Ilustrasi nyamuk Aedes aegypti

BanyuwangiNet.com – Kabupaten Banyuwangi meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman demam berdarah dengue (DBD).

Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, mengungkapkan hingga Januari 2025 telah tercatat sebanyak 12 kasus DBD. Angka tersebut diperkirakan dapat bertambah hingga akhir bulan.

“Demam berdarah masih menjadi ancaman serius. Sepanjang 2024, kami mencatat sebanyak 550 kasus dengan 19 orang meninggal dunia akibat penyakit ini. Namun, untuk 2025, belum ada laporan kematian akibat DBD,” ujar Amir, Kamis (16/1/2025).

DPRD Banyuwangi Tetapkan 11 Raperda Prioritas 2025

Amir menjelaskan bahwa 12 kasus DBD yang tercatat pada Januari 2025 tersebar di sembilan kecamatan, yaitu Tegaldlimo, Singojuruh, Glenmore, Purwoharjo, Rogojampi, Genteng, Banyuwangi, Kalibaru, dan Siliragung.

Untuk menghadapi ancaman ini, Dinas Kesehatan Banyuwangi mengambil langkah-langkah strategis, termasuk meningkatkan pengawasan lapangan dan memberikan edukasi kepada masyarakat. “Kami melakukan peningkatan surveilans dan edukasi untuk memastikan masyarakat lebih waspada,” tambahnya.

Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk melaksanakan gerakan pemberantasan sarang nyamuk melalui langkah 3M Plus, yakni menguras dan menutup tempat penampungan air, serta memanfaatkan atau membuang barang bekas yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.

Dukung Ketahanan Pangan, Desa Kelir Banyuwangi Manfaatkan Tanah Kas Desa untuk Kebun Buah dan Peternakan

“Barang-barang bekas yang menampung air hujan berpotensi menjadi sarang nyamuk. Kami juga menyarankan masyarakat menggunakan obat anti-nyamuk serta menjaga kebersihan lingkungan,” tutur Amir.

Amir juga menekankan pentingnya masyarakat mengenali gejala DBD, seperti demam tinggi (39-40 derajat Celsius) selama 2-3 hari pertama, yang kemudian menurun selama beberapa hari sebelum kembali meninggi pada fase kritis. Demam ini sering kali disertai gejala pendarahan.

“Jika terdapat gejala seperti itu, segera bawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat untuk penanganan lebih lanjut,” imbuhnya.

Dengan langkah-langkah preventif dan kerja sama masyarakat, diharapkan ancaman DBD di Banyuwangi dapat ditekan secara maksimal.

Artikel Terkait