Banyuwangi Gelar Talkshow Kesehatan Mental untuk Generasi Z

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 25 November 2024, 21:03 WIB
IMG-20241125-WA0148
Talkshow kesehatan mental remaja, yang digelar di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Senin (25/11/2024).

BanyuwangiNet.com – Pemkab Banyuwangi terus memperkuat upaya mencegah gangguan kesehatan mental, khususnya di kalangan generasi Z yang rentan mengalami tekanan psikologis di era digital. Salah satu langkahnya adalah melalui talkshow kesehatan mental remaja, yang digelar di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Senin (25/11/2024).

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyebut generasi Z (lahir 1997–2012) menghadapi tantangan kesehatan mental yang signifikan, termasuk dampak negatif dari kejahatan siber. “Kami akan terus memperbanyak program terkait kesehatan mental bagi remaja, termasuk skrining berkala oleh tenaga kesehatan dan pendampingan oleh kader kesehatan jiwa,” kata Ipuk.

Bupati Ipuk: Jaga Kesehatan Lansia dan Anak untuk Masa Depan Banyuwangi

Ipuk juga menekankan pentingnya kolaborasi antara orang tua dan guru dalam menjaga kesehatan mental anak. “Peran guru Bimbingan Konseling (BK) harus lebih dioptimalkan. Namun, orang tua tetap memiliki tanggung jawab utama dalam pengasuhan,” pesannya.

Melalui talkshow ini, Ipuk berharap para pelajar yang menjadi peserta dapat menjadi duta kesehatan mental di sekolah dan lingkungan tempat tinggal mereka.

Talkshow yang merupakan rangkaian dari peringatan Hari Kesehatan Nasional ini menghadirkan narasumber seperti Direktur RS Jiwa Menur Surabaya drg. Vitria Dewi dan Konsultan Kesehatan Anak dan Remaja RS Jiwa Menur dr. Ivana Sajogo, yang berbagi tips mencegah gangguan kesehatan mental pada remaja.

Banyuwangi Perkuat Implementasi Satu Data Indonesia

Turut hadir Putri Indonesia Pendidikan dan Kebudayaan 2024, Melati Tedja, yang mendorong pentingnya menjaga kesehatan mental untuk berprestasi tanpa tekanan.

Layanan Kesehatan Mental Banyuwangi

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, menjelaskan bahwa Pemkab telah menjalin kerja sama dengan RS Jiwa Menur Surabaya dan RS Jiwa Lawang untuk memberikan layanan kesehatan mental.

“Ada psikiater dan psikolog yang membuka hotline konsultasi 24 jam untuk menangani kasus jiwa ringan. Sementara untuk kasus kesehatan jiwa berat, layanan rehabilitasi gratis tersedia di RS Jiwa Lawang,” kata Amir.

Alas Purwo Gratiskan Tiket Masuk untuk Ibadah di Pura Luhur Giri Salaka

Amir juga menekankan bahwa penanganan kesehatan mental tidak hanya menjadi tanggung jawab individu atau tenaga medis, tetapi juga melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Dengan langkah ini, Pemkab Banyuwangi berharap dapat meningkatkan kesadaran dan memberikan dukungan nyata bagi generasi muda. “Kesehatan mental adalah bagian penting dari pembangunan generasi masa depan,” pungkas Amir.

Artikel Terkait