Banyuwangi Festival 2023 Siap Hadirkan 55 Event Atraktif Sepanjang Tahun

BanyuwangiNet.com – Mengawali tahun 2023, Kabupaten Banyuwangi kembali merilis sederet agenda wisata yang dikemas dalam Banyuwangi Festival 2023. Tahun ini, ada 55 event atraktif yang pastinya bakal menjadi tontonan menarik bagi wisatawan. Mulai atraksi yang berbasis seni budaya, pesona alam, olahraga, kreativitas masyarakat, hingga kuliner.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, Banyuwangi Festival tahun ini tetap akan menyajikan sejumlah event besar yang telah menjadi ikon daerah, seperti Banyuwangi Fashion Festival (26-27 Mei), Banyuwangi Ethno Carnival (4-9 Juli), Festival Gandrung Sewu (14-16 September), dan Banyuwangi Batik Festival (21 Oktober).
Sajikan Berbagai Seni dan Kuliner khas Tionghoa, Festival Imlek Banyuwangi Ramai Diserbu Wisatawan
Event akbar yang sempat vakum akibat pandemi Covid-19 juga kembali digelar. Seperti, Banyuwangi Beach Jazz Festival (25 November) dan Banyuwangi International BMX (19 November). Bahkan tahun ini akan digelar 2 event sportourism anyar berskala internasional. Yakni International Geopark Downhill (25 Juni) dan International Geopark Banyuwangi /Triathlon (1 Juli).
“Harapannya, ajang ini bisa mendongkrak kunjungan wisatawan ke Banyuwangi yang ujungnya berimbas pada peningkatan perekonomian warga,” kata Ipuk.
Banyuwangi Festival 2023 juga diwarnai sejumlah atraksi baru. Seperti Banyuwangi Drag Bike (14 Mei), Banyuwangi Road Race (18 Juni), Kontes Ternak (20 Juni), PHRI Banyuwangi Night Run (5 Agustus), Aquaculture Banyuwangi (1 Oktober), serta Banyuwangi Gastrack & Motorcross (1 Oktober). Ada Juga Sepekan di Kemiren (22-25 Juni) dan Sepekan di Tamansuruh (16-22 Juli).
“Porsi sportourism tetap mendominasi. Kita ikuti trend masyarakat sekarang yang mulai menyenangi gaya hidup sehat (healthty lifestyle),” ujar Ipuk.
Cegah Stunting, Banyuwangi Optimalkan Edukasi dan Konseling Pasangan Pranikah
Atraksi seni dan budaya dikemas lebih menarik dalam konsep berbeda. Beberapa atraksi yang sejenis dikemas dalam satu branding. Misalnya Festival Budaya Blambangan terdiri dari berbagai atraksi seni, seperti Petik Laut Muncar, Petik Laut Lampon. Banyuwangi Traditional Ritual yang terdiri dari pertunjukan seni Seblang, Barong Ider Bumi dan lainnya.
Begitu pula dengan Banyuwangi Music Festival, yang merupakan pekan musik di Banyuwangi, mulai dari Festival Gendhing Osing hingga Festival Band Pelajar.
“Dengan konsep yang berbeda ini diharapkan akan berdampak pada lama masa tinggal para wisatawan yang tentunya akan berimbas pelaku UMKM,” ungkap Ipuk.
Berbagai atraksi yang menampilkan kreativitas masyarakat turut disajikan. Misalnya, Youth Kreatifest (16-19 Juni) hingga Gintangan Bamboo Festival (24 Agustus) yang menampilkan parade busana berbahan dasar bambu hasil kreasi masyarakat Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari.
“Selain untuk mendongkrak sektor wisata, Banyuwangi Festival digelar sekaligus untuk mewadahi dan menumbuhkan kreativitas rakyat Banyuwangi. Baik di bidang fashion, kuliner, musik, dan sebagainya,” pungkas Ipuk.