Banyuwangi Festival 2023 Bulan Mei

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 20 Mei 2023, 10:54 WIB
IMG-20221130-WA0086

BanyuwangiNet.com – Bagi kalian yang ingin berlibur ke Banyuwangi bulan ini, berbagai agenda Banyuwangi Festival 2023 Bulan Mei bisa menjadi pilihan.

Berikut adalah Banyuwangi Festival 2023 Bulan Mei:

22-27 Mei: Sepekan Literasi
14 Mei: Banyuwangi Drag Bike
26-27: Banyuwangi Fashion Festival
28: Djawatan Music Festival

Sepekan Literasi

Banyuwangi Festival 2023 Bulan Mei yang pertama adalah Festival Sepekan Literasi adalah upaya Pemkab Banyuwangi untuk menghidupkan minat baca-tulis dan kesusastraan kepada warganya, terutama anak-anak dan genarasi muda. Ada berbagai kegiatan disajikan sepanjang festival berlangsung mulai 22 hingga 27 Mei 2023, di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Banyuwangi.

Salah satu literasi yang diunggulkan dalam festival tersebut adalah adat istiadat Suku Osing. Masyrakat dalam dan luar Banyuwangi bisa belajar berbagai hal soal suklu tersebut. Termasuk bahasa Osing dan budayanya.

Anak-anak bermain dengan gembira untuk mengenal kebudayaan Osing dalam festival itu. Harapannya lewat festival ini, kebudayaan Osing terus terawat. Filosofinya juga terjaga, dipahami, dan dijalani oleh generasi penerus.

Sepakan Literasi digelar untuk menjaga budaya kebudayaan melalui wahana baca-tulis. Teknik penyampaiannya menggunakan pendekatan kekinian sehingga menarik bagi pengunjung dan kawula muda.

Jagoan Tani Banyuwangi dengan Total Hadiah Modal Ratusan Juta Kembali Digelar, Berikut Tahapannya

Bukan cuma itu, berbagai buku menarik juga dibahas dalam festival tersebut. Harapannya, cara itu akan membuat anak-anak tertarik membaca. Sehingga budaya membaca bisa menggeser penggunaan gadget yang marak dikalangan anak-anak saat ini.

Festival Sepekan Literasi juga menyuguhkan pembacaan dongeng oleh pendongeng profesional. Pertunjukan teater juga dipentaskan untuk menghibur pengunjung dan wisatawan. Lakon yang dipentaskan bertema tentang kebudayaan dan tradisi yang memiliki nilai-nilai luhur. Lagi-lagi, agar tak membosankan, pentas dibawakan dengan pendekatan masa kini.

Sekolah-sekolah di Banyuwangi juga dibekali dengan bahan ajar pendidikan Suku Osing. Buku ini dipersembahkan bagi para pelajar untuk lebih dalam mengenal budaya asli Banyuwangi di bangku sekolah.

Banyuwangi Drag Bike

Ajang kompetisi balap motor Banyuwangi Drag Bike BOSC 2023 sukses digelar pada Minggu (14/05). Suara lolongan knalpot motor para peserta bergema di arena Sirkuit Letter S Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, disambut riuh penonton yang memadati tempat tersebut.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah, Drs. Dwi Yanto, menyampaikan rasa kebahagiaannya atas terselenggaranya acara ini.

“Melalui penyelenggaraan kompetisi Drag Bike ini, pemerintah bertujuan untuk meminimalisir balap liar di jalanan. Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memasukkan kompetisi Drag Bike ke dalam rangkaian Banyuwangi Festival. Ke depan, pemerintah akan terus mendukung dan memfasilitasi acara ini untuk mengakomodir bakat-bakat anak muda di bidang otomotif. Tentunya, harapannya Banyuwangi dapat menjadi tuan rumah ajang balap drag bike tidak hanya untuk wilayah Jawa, Bali, dan NTB, tetapi juga tingkat nasional,” ujar Dwi Yanto.

Turunkan Stunting, Banyuwangi Bangun Puluhan Infrastruktur Air Bersih di Desa-Desa

Jumlah peserta dalam kompetisi tahun ini mencapai kurang lebih 300 pembalap, dengan asuransi keselamatan seluruh peserta ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan. Para peserta balap berasal dari wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat. Terdapat tujuh belas kelas balap yang dilombakan dalam kompetisi kali ini, termasuk kelas 130CC, 155CC, 200CC, dan berbagai kategori menarik lainnya.

Dalam kompetisi ini, para pembalap menunjukkan keahlian mereka dalam mengendalikan motor dan menghasilkan kecepatan yang luar biasa di trek yang menantang. Penonton yang memadati sirkuit menjadi saksi langsung aksi-aksi menegangkan dan penuh adrenalin dari para pembalap yang berlomba memperebutkan posisi terdepan.

Kompetisi Banyuwangi Drag Bike BOSC 2023 tidak hanya memberikan hiburan yang seru bagi penggemar balap motor, tetapi juga menjadi wujud nyata dari komitmen pemerintah Banyuwangi dalam mendukung perkembangan industri otomotif dan memberikan kesempatan bagi para bakat muda di bidang ini. Semoga, kompetisi ini terus berlanjut dan menjadi ajang yang semakin bergengsi dan diakui secara nasional.

Banyuwangi Fashion Festival

Pagelaran Banyuwangi Fashion Festival (BFF) menjadi ajang yang ditunggu-tunggu para pencinta dunia busana. BFF menyuguhkan puluhan karya para desainer profesional tingkat nasional dan lokal. Karya kolaborasi berupa busana menawan berbagai tema turut ditampilkan untuk memanjakan mata para pengunjung.

Para desiner muda yang berasal dari siswa sekolah menengah kejuruan ikut ambil bagian dalam BFF. Hasil cipta mereka mejeng bersama karya-karya desainer top.

Diajaknya para desainer muda sekaligus memberi panggung kepada mereka untuk tampil memamerkan busana ciptaannya. Dari ajang ini, para desainer pemula juga banyak mendapat ilmu baru dari para seniornya.

Karya kolaborasi juga menjadi satu tonggak baru bagi mereka untuk membuat karya lebih memukau ke depannya. Apalagi, berbagai komunitas desainer di dalam dan luar Banyuwangi juga diajak untuk meramaikan BFF.

Jadi Pilot Project MPP Digital Nasional, 21 Kabupaten/Kota Ikuti Bimtek di Banyuwangi

Ajang BFF layaknya magnet bagi para penggemar feshion. Ratusan orang datang untuk secara langsung menyaksikan perhelatan yang digelar pada 26-27 Mei 2023 itu. Mereka tak hanya warga asal Banyuwangi. Tapi juga wisatawan dan penggemar fashion dari penjuru Tanah Air.

Puluhan pragawati berbusana ciamik yang melenggak-lenggok di atas catwalk membuat kagum seluruh pengunjung yang hadir. Bahkan, mereka sampai mencari tahu lebih dalam soal busana yang diperagakan kepada para desainer yang merancang.

Selain datang langsung, puluhan ribu pencinta busana juga menyaksikan peragaan dalam BFF secara daring (dalam jaringan). Pemkab Banyuwangi berharap, BFF menjadi momentum untuk memajukan dunia fashion di Banyuwangi. Harapannya, sektor busana bisa menjadi salah satu pengungkit ekonomi.

Sebagai pagelaran rutin tiap tahun, BFF selalu menjadi rujukan mode busana di Indonesia. Beragam tema yang diambil tiap tahun mampu menghadirkan karya-karya dengan gaya kekinian. (*)

Djawatan Music Festival

Djawatan Music Festival memberi pengalaman baru dalam menonton konser musik. Festival ini di tengah hutan. Tepatnya di destinasi wisata Hutan De Djawatan di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring.

De Djawatan terkenal karena lanskap unik yang menawan. Hutan seluas 3,8 hektare itu memiliki koleksi 805 pohon trembesi yang berdiri berdekatan. Ranting-ranting pohon membentang dan saling bersilang satu sama lain.

Ini memunculkan pemandangan indah layaknya hutan lebat yang ada di film “The Lord of The Rings”.

Menonton konser di tengah hutan teduh menimbulkan sensasi baru bagi para penikmat musik. Bukan hanya suara nyanyian merdu, pengunjung juga dibuat terkesima dengan berbagai pemandangan dari tiap sudut hutan De Djawatan.

Udara segar khas hutan membuat suasana menonton konser musik menjadi lebih menyenangkan. Nilai tambahnya, para pengunjung bisa mengeksplorasi titik-titik Instagramable di De Djawatan bersama keluarga usai menonton konser.

De Djawatan memiliki beberapa tempat berfoto yang menarik. Ada tempat berfoto di bangunan atas pohon. Pengelola sengaja membangun tempat itu untuk wisatawan. Ada juga beberapa truk besar yang menjadi aksen menarik untuk difoto dengan latar belakang pepohonan.

Keindahan itu membuat De Djawatan menjadi salah satu lokasi berburu foto favorit para wisatawan. Banyak orang menggelar foto pranikah atau pernikahan di tempat itu. Setiap akhir pekan, ratusan warga datang bersama keluarga masing-masing untuk bersantai dan menikmati pemandangan.

#Banyuwangi Festival 2023 Bulan Mei

 

Artikel Terkait