Banyuwangi Didorong Jadi Magnet Investasi Jatim, Fokus Industri hingga Pertanian Organik

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 3 Mei 2025, 20:48 WIB
INVESTASI TUMBUH - Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Petrus Endria, telah bertemu Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Banyuwangi guna membahas percepatan investasi Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Petrus hadir bersama Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemprov Jatim, Dyah Wahyu.
INVESTASI TUMBUH - Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Petrus Endria, telah bertemu Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Banyuwangi guna membahas percepatan investasi Jawa Timur, beberapa waktu lalu. Petrus hadir bersama Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemprov Jatim, Dyah Wahyu.

BanyuwangiNet.com – Kabupaten Banyuwangi kian diperhitungkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur. Potensi wilayah di ujung timur Pulau Jawa ini menarik perhatian berbagai pemangku kepentingan, termasuk Bank Indonesia (BI) dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim), yang kini berkomitmen mempercepat akselerasi investasi di wilayah tersebut.

Hal itu mengemuka dalam pertemuan antara Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dengan Asisten Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jatim, Petrus Endria, serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jatim, Dyah Wahyu. Pertemuan ini digelar di Banyuwangi sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Perayaan Hari Raya Kuningan di Banyuwangi: Merayakan Keharmonisan dan Toleransi Antarumat Beragama

“Kami sangat senang karena Banyuwangi terus mendapat dukungan dari BI dan Pemprov Jatim. Kami sudah berdiskusi tentang potensi dan proyek-proyek strategis yang perlu difasilitasi,” ujar Bupati Ipuk, Sabtu (3/5/2025).

Ipuk mengungkapkan sejumlah proyek strategis yang membutuhkan campur tangan pemerintah pusat dan provinsi agar bisa dipercepat. Di antaranya pembangunan kereta gantung di kawasan Taman Wisata Alam Ijen, pengembangan Pelabuhan Tanjung Wangi, jalur logistik untuk pengangkutan produk PT INKA, serta rencana kawasan industri di Wongsorejo.

“Rata-rata proyek tersebut berada di luar kewenangan pemerintah daerah. Namun secara garis besar, Banyuwangi terbuka terhadap berbagai potensi investasi yang akan masuk,” jelasnya.

Selain infrastruktur, sektor pertanian dan pangan juga menjadi prioritas pengembangan investasi. Ipuk menegaskan bahwa pertanian organik di Banyuwangi telah menunjukkan perkembangan yang signifikan, membuka peluang bagi investasi berkelanjutan.

Sepekan Tidak Ditemukan, Pencarian Nelayan Penembak Ikan yang Hilang Resmi Dihentikan

“Peluang investasi di sektor pangan dan pertanian sangat terbuka lebar. Banyak petani di sini sudah mulai beralih ke produk organik,” tambahnya.

Kedatangan tim BI dan Pemprov Jatim ke Banyuwangi bukan tanpa alasan. Petrus Endria menyebut langkah ini merupakan bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menuju target 8 persen pada tahun 2029, sebagaimana dicanangkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

“Banyuwangi memiliki sejumlah keunggulan strategis. Berdasarkan data BPS, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) nonmigas Banyuwangi pada 2024 mencapai Rp108,2 triliun—terbesar ke-8 di Jatim. Ini menunjukkan bahwa Banyuwangi adalah wilayah dengan potensi investasi yang besar,” terang Petrus.

Firsta Yufi Amarta Putri, Jebeng Banyuwangi Peraih Gelar Puteri Indonesia 2025, Bupati Ipuk: Inspirasi Bagi Anak Muda

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa kombinasi sumber daya alam, potensi pertanian, pariwisata, hingga industri maritim menjadikan Banyuwangi sebagai kandidat kuat untuk menjadi pusat investasi baru di Jawa Timur.

“Wilayah ini punya laut yang dalam, cocok untuk pengembangan industri, serta infrastruktur pendukung seperti pelabuhan, bandara, dan pabrik kereta terbesar se-Asia Tenggara. Ditambah dengan konektivitas tol Trans Jawa yang segera tersambung ke Banyuwangi, nilai strategisnya semakin meningkat,” ujarnya.

Kepala DPMPTSP Jatim, Dyah Wahyu, mengapresiasi kinerja investasi Banyuwangi yang dinilai sangat menjanjikan. Pada 2024, total investasi yang masuk ke Banyuwangi mencapai Rp3,4 triliun, menempatkannya di posisi ke-11 dari 38 kabupaten/kota di Jatim.

Demi Kemaslahatan Umat, MUI Banyuwangi Dukung Penertiban Toko Modern Berjejaring

“Dengan capaian itu, kami memotret Banyuwangi sebagai wilayah pengungkit investasi yang patut terus dikembangkan,” ujarnya.

Dyah menambahkan, selain sektor pariwisata yang sudah berkembang, Pemprov Jatim menilai Banyuwangi sangat potensial untuk dikembangkan dalam sektor industri hilir, penguatan rantai pasok logistik, serta pengembangan transportasi dan distribusi barang.

“Pemprov Jatim bersama BI akan terus mendukung arah pengembangan ekonomi Banyuwangi agar lebih terintegrasi dan berdaya saing tinggi,” tutupnya.

Artikel Terkait