Sepekan Tidak Ditemukan, Pencarian Nelayan Penembak Ikan yang Hilang Resmi Dihentikan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 3 Mei 2025, 10:23 WIB
PENCARIAN DITUTUP - Pencarian nelayan penembak ikan yang hilang di perairan Bangsring Banyuwangi tak ditemukan hingga hari ketujuh. Tim SAR gabungan memutuskan untuk menghentikan pencarian.
DIHENTIKAN- Pencarian nelayan penembak ikan yang hilang di perairan Bangsring Banyuwangi tak ditemukan hingga hari ketujuh. Tim SAR gabungan. memutuskan untuk menghentikan pencarian. (Basarnas Banyuwangi)

BanyuwangiNet.com – Setelah tujuh hari pencarian tanpa hasil, operasi penyelamatan terhadap Bahri (40), seorang nelayan penembak ikan asal Dusun Paras Putih, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, resmi dihentikan. Bahri dilaporkan hilang saat menyelam di perairan Bangsring pada Sabtu dini hari, 26 April 2025.

Koordinator Pos SAR Basarnas Banyuwangi, Wahyu Setya Budi, menjelaskan bahwa operasi pencarian telah dilakukan secara intensif oleh tim SAR gabungan setiap hari selama sepekan. Penyisiran dilakukan sejak pagi pukul 07.00 WIB hingga sore sekitar pukul 16.00 WIB, mencakup wilayah laut di sekitar lokasi hilangnya korban hingga radius beberapa kilometer.

“Untuk operasi SAR hingga hari ketujuh, hasilnya nihil. Dan operasi SAR ditutup,” ujar Wahyu, Jumat (2/5/2025).

Firsta Yufi Amarta Putri, Jebeng Banyuwangi Peraih Gelar Puteri Indonesia 2025, Bupati Ipuk: Inspirasi Bagi Anak Muda

Keputusan penghentian pencarian diambil setelah dilakukan evaluasi menyeluruh bersama pihak keluarga. Tim menilai, upaya pencarian tidak lagi efektif karena tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

“Dilaksanakan evaluasi dan debriefing oleh tim SAR gabungan dan perwakilan keluarga. Dengan hasil pencarian yang sudah tidak efektif karena tidak diketemukan tanda-tanda keberadaan korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai,” tambah Wahyu.

Bahri diketahui pergi melaut bersama tiga orang rekannya pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Sebagai nelayan penembak ikan, mereka menjalankan metode menyelam sambil membawa alat penembak berbentuk seperti senapan, dengan panah sebagai peluru.

Demi Kemaslahatan Umat, MUI Banyuwangi Dukung Penertiban Toko Modern Berjejaring

Dalam kegiatan ini, para penyelam biasanya diikat dengan tali pengaman yang terhubung ke perahu tempat rekan-rekannya menunggu.

Saat itu, Bahri turun menyelam sendirian, sementara tiga rekannya tetap berada di atas kapal. Namun setelah 30 menit, Bahri tak kunjung muncul ke permukaan. Rekan-rekannya kemudian mencoba menarik tali pengaman yang seharusnya masih terikat di tubuh Bahri. Ternyata, tali tersebut sudah terlepas.

Hardiknas 2025, Banyuwangi Tampilkan Hasil Inovasi Pelajar: Dari Smart Home hingga Mesin Laser

Melihat situasi tersebut, dua orang rekannya langsung menyelam untuk mencari Bahri. Mereka menyisir area sekitar, bahkan berenang ke arah selatan hingga perairan dekat Pantai Boom. Namun upaya pencarian itu tidak membuahkan hasil.

Kabar hilangnya Bahri segera dilaporkan kepada pihak berwenang, yang langsung mengerahkan tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian intensif selama tujuh hari berturut-turut.

Meski operasi resmi dihentikan, Wahyu menyebut pemantauan akan tetap dilakukan. Warga sekitar dan nelayan lain diimbau untuk segera melaporkan jika melihat tanda-tanda keberadaan korban.

Artikel Terkait