Banyuwangi Diapresiasi Sebagai Model Pendidikan Inklusif di Indonesia

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 25 Februari 2025, 13:03 WIB
“Aktualisasi Sekolah Luar Biasa sebagai Pusat Sumber untuk Mendukung Banyuwangi Lebih Inklusif” yang berlangsung di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Selasa (25/2/2025).
“Aktualisasi Sekolah Luar Biasa sebagai Pusat Sumber untuk Mendukung Banyuwangi Lebih Inklusif” yang berlangsung di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Selasa (25/2/2025).

BanyuwangiNet.com – Banyuwangi kembali mendapat apresiasi dari lembaga pendidikan internasional atas komitmennya dalam mewujudkan pendidikan inklusif bagi penyandang disabilitas. Kabupaten ini dinilai konsisten menghadirkan akses pendidikan yang setara bagi kaum difabel.

Founder Global Village Foundation, Andy Bracey, menegaskan dukungannya terhadap program inklusif di Banyuwangi.

“Saya mengapresiasi komitmen Banyuwangi yang terus memberikan perhatian besar kepada kaum difabel. Program-program yang digulirkan banyak berpihak kepada penyandang disabilitas,” ujarnya dalam acara bertajuk Aktualisasi Sekolah Luar Biasa sebagai Pusat Sumber untuk Mendukung Banyuwangi Lebih Inklusif yang digelar di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Selasa (25/2/2025).

Dua Event Banyuwangi Festival Masuk Kharisma Event Nusantara 2025

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk Perwakilan Perkins International Chenmin Parera, Menteri PAN RB 2022-2024 Abdullah Azwar Anas, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Banyuwangi.

Sejak 2021, Global Village Foundation secara aktif mendukung program inklusif di Banyuwangi, antara lain dengan mendistribusikan ratusan kursi roda bagi penyandang disabilitas. “Kami sudah berkeliling ke berbagai wilayah, dan Banyuwangi berada di posisi teratas dalam menggulirkan program pro-difabel,” tambah Andy Bracey.

Pemkab Banyuwangi Salurkan Ribuan Paket Sembako Pengganti Karangan Bunga

Dukungan juga datang dari Perkins International yang selama ini berkontribusi dalam penguatan kapasitas guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dan orang tua penyandang disabilitas melalui berbagai pelatihan, seperti komunikasi dan metode penanganan anak berkebutuhan khusus. “Kami melihat keseriusan Banyuwangi dalam memastikan anak-anak difabel mendapatkan pendidikan berkualitas. Oleh karena itu, kami mendukung terbentuknya lingkungan inklusif agar mereka dapat berpartisipasi secara penuh dalam masyarakat,” ujar Chenmin Parera.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan bahwa pendidikan inklusif telah menjadi prioritas dalam pembangunan daerah. Sejak 2014, Banyuwangi telah mengembangkan sekolah inklusi, yang kini mencapai 162 lembaga dari jenjang SD hingga SMP. “Kami menyiapkan sekolah inklusi yang ramah difabel, baik dari segi infrastruktur maupun sumber daya manusia,” kata Ipuk.

Aksi Bersih dan Pilah Sampah di Banyuwangi: Mendorong Kesadaran Lingkungan

Hingga saat ini, Banyuwangi telah menyiapkan 250 guru pendamping yang tersebar di berbagai sekolah inklusi untuk mendampingi 1.147 siswa berkebutuhan khusus. “Pada prinsipnya, tidak boleh ada yang tertinggal dalam pendidikan, termasuk para penyandang disabilitas,” tegas Ipuk.

Selain di bidang pendidikan, Pemkab Banyuwangi juga membuka peluang kerja bagi kaum difabel. Setiap pelaksanaan Job Fair, lowongan kerja khusus bagi difabel selalu disediakan. “Bahkan dalam seleksi CPNS, kami juga memberi kesempatan bagi difabel,” tambahnya.

Mahasiswa UNAIR dan UTM Gelar Pengabdian Masyarakat di Banyuwangi

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung, turut memberikan apresiasi terhadap upaya Banyuwangi dalam menciptakan lingkungan pendidikan inklusif.

“Banyuwangi mencurahkan perhatian serius untuk pendidikan inklusi. Kami berharap langkah ini bisa menjadi inspirasi bagi kabupaten lain di Jawa Timur bahkan di seluruh Indonesia,” katanya.

Artikel Terkait