Banjir dan Longsor di Banyuwangi Selatan, Bupati Ipuk Siapkan Langkah Pencegahan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 23 November 2025, 20:25 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani langsung turun ke lokasi, Minggu (23/11/2025) untuk meninjau kondisi warga dan memastikan langkah penanganan cepat di lapangan.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani langsung turun ke lokasi, Minggu (23/11/2025) untuk meninjau kondisi warga dan memastikan langkah penanganan cepat di lapangan.

BanyuwangiNet.com – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Banyuwangi bagian selatan pada Sabtu sore (22/11/2025) memicu banjir di sejumlah titik. Enam desa di dua kecamatan terdampak, yaitu empat desa di Kecamatan Siliragung (Buluagung, Siliragung, Semporejo, Kesilir) dan dua desa di Kecamatan Pesanggaran (Sumberagung, Sumbermulyo).

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani langsung turun ke lokasi, Minggu (23/11/2025) untuk meninjau kondisi warga dan memastikan langkah penanganan cepat di lapangan.

“Intensitas hujannya memang tinggi, ratusan rumah warga tergenang,” ujar Ipuk saat berada di lokasi.

Salah satu lokasi yang ditinjau Ipuk adalah rumah milik Madori (44) di Dusun Krajan, Desa Buluagung. Bagian dapur rumah tersebut rusak karena pondasinya tergerus banjir.

Sejumlah warga juga menceritakan pengalaman saat banjir tiba.

Festival Kebangsaan Banyuwangi Tampilkan Keragaman Budaya Multikultur dan Semangat Toleransi

“Saat kejadian anak dan menantu saya lagi di Jember, saya sendiri. Tiba-tiba air datang sekitar pukul 17.30 dan masuk ke rumah, saya tidak bisa menyelamatkan barang-barang. Ketinggiannya ada setengah meter, tapi tidak lama air kembali surut,” kata Sarjono, salah satu warga terdampak.

Selain memantau kerusakan bangunan, Bupati Ipuk juga menyerahkan bantuan sembako bagi warga yang membutuhkan.

Tak hanya permukiman, SDN 3 Sumberagung di Kecamatan Pesanggaran juga terendam banjir. Setelah air surut, guru, siswa, dan petugas gabungan dari Pemkab Banyuwangi melakukan pembersihan ruang kelas.

“Memang permasalahannya ada di drainase dan juga ada di sungai,” jelas Ipuk, menyoroti penyebab utama banjir yang berulang di kawasan ini.

Putri Indonesia 2025 Fia Amarta Ajak Remaja Banyuwangi Lebih Peduli Kesehatan Mental

Ipuk memerintahkan BPBD dan Dinas PU Pengairan Banyuwangi untuk mengambil langkah cepat dan terukur, salah satunya melalui normalisasi sungai dan pembersihan saluran drainase di titik rawan.

“Saya perintahkan dinas terkait untuk membersihkan semua drainase di pinggir jalan agar alirannya lancar ketika hujan,” tegasnya.

Selain banjir, Ipuk juga meninjau lokasi longsor di Gunung Gamping. Sejak pagi, warga bersama petugas dari Damkar, BPBD, dan Dinas PU Pengairan melakukan pembersihan material longsor.

Menurut laporan BPBD, longsor di kawasan ini terjadi berulang karena perubahan kondisi lahan.

Diskon Tarif Penyeberangan Ketapang–Gilimanuk hingga 19% saat Libur Nataru 2026

“Di Gunung Gamping ini sudah terjadi longsoran berulang. Karena lahan yang dulunya berupa tanaman keras, sekarang ditanami pohon pisang,” jelas Ipuk.

Untuk mencegah longsor kembali terjadi, Pemkab telah berkoordinasi dengan Perhutani.
“Kita sudah koordinasi dengan pihak Perhutani, segera akan ditanam lagi tanaman keras agar bisa memperkuat struktur tanah,” tambahnya.

Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Danang Hartanto, menyebut terdapat 739 KK yang terdampak banjir di enam desa tersebut.

“Hanya satu rumah yang dapurnya ambruk. Lainnya terdampak genangan air yang masuk ke dalam rumah. Tim gabungan telah membantu melakukan pembersihan pasca banjir, termasuk penanganan longsor di Gunung Gamping,” ujar Danang.

Artikel Terkait