ASN Banyuwangi Berbagi, Salurkan Puluhan Ribu Paket Sembako untuk Warga Miskin

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 28 Januari 2026, 20:51 WIB
BERBAGI - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mendatangi rumah-rumah keluarga pra sejahtera untuk menyalurkan bantuan paket sembako, Rabu (28/1/2026). Di antaranya kepada Bermawi (81), warga Lingkungan Wonosari, RT 02/RW 01, Kelurahan Sobo.
BERBAGI - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mendatangi rumah-rumah keluarga pra sejahtera untuk menyalurkan bantuan paket sembako, Rabu (28/1/2026). Di antaranya kepada Bermawi (81), warga Lingkungan Wonosari, RT 02/RW 01, Kelurahan Sobo.

BanyuwangiNet.com – Gerakan sosial ASN Banyuwangi Berbagi kembali digulirkan. Program rutin bulanan ini menyalurkan puluhan ribu paket sembako kepada keluarga pra sejahtera yang telah masuk dalam database kemiskinan resmi pemerintah.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) turun langsung mendatangi rumah-rumah warga sasaran untuk menyerahkan bantuan, Rabu (28/1/2026). Salah satu penerima bantuan adalah Bermawi (81), warga Lingkungan Wonosari, Kelurahan Sobo.

Bermawi hidup seorang diri setelah istrinya meninggal dunia dan tidak memiliki anak. Ia juga tidak memiliki rumah dan selama ini menumpang di kediaman Ketua RT setempat, Selamet. Untuk bertahan hidup, Bermawi bekerja serabutan sebagai buruh tani dan membantu pekerjaan ringan warga sekitar.

“Alhamdulillah, terima kasih. Bantuan ini sangat berarti untuk saya,” ucap Bermawi lirih usai menerima paket sembako.

Operasi Pengangkatan Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali Dimulai

Bupati Ipuk menjelaskan, ASN Banyuwangi Berbagi merupakan gerakan sosial yang telah berjalan konsisten sejak dua tahun terakhir sebagai wujud kepedulian kolektif ASN terhadap warga kurang mampu.

“Ini adalah gerakan rutin yang telah kita lakukan bersama sejak 2024. Kami mendorong ASN untuk terus melakukan aksi sosial dan berbagi rezeki guna meringankan beban ekonomi keluarga pra sejahtera,” kata Ipuk.

Ipuk menyebut, setiap ASN telah dibekali data keluarga miskin yang tercantum dalam aplikasi Smart Kampung. Data tersebut bersumber dari desil 1 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial.

“Kami berharap program yang dilakukan secara berkelanjutan ini, ditambah berbagai program pemberdayaan lainnya, dapat semakin menurunkan angka kemiskinan di Banyuwangi secara signifikan,” ujarnya.

Program ASN Banyuwangi Berbagi tidak hanya melibatkan ASN, tetapi juga mendapat dukungan lintas sektor, mulai dari TNI-Polri, BUMN, BUMD, pengusaha, hingga organisasi profesi.

“Program ini terbuka bagi semua pihak. Penanganan kemiskinan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, tetapi harus melibatkan banyak elemen masyarakat,” jelas Ipuk.

Sopir Logistik Minta Lintasan Ketapang–Lembar Dibuka Kembali

Sejak 2025, partisipasi masyarakat semakin luas. Sejumlah organisasi seperti HIPMI, Kadin, Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Apoteker Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia, rumah sakit swasta, hingga pengusaha konstruksi turut ambil bagian.

Berbagai program pengentasan kemiskinan yang dijalankan Pemkab Banyuwangi menunjukkan hasil positif. Angka kemiskinan terus menurun, dari 8,07 persen (2021), 7,51 persen (2022), 7,34 persen (2023), 6,8 persen (2024), hingga mencapai 6,13 persen pada 2025, terendah sepanjang sejarah Banyuwangi.

Salah satu ASN peserta program, Ratna Juwita, mengaku bangga sekaligus terharu bisa terlibat langsung dalam gerakan sosial tersebut.

“Program ini menumbuhkan empati dan mengingatkan kami bahwa masih banyak keluarga yang membutuhkan bantuan,” ujarnya.

Ia menyebut, ASN Banyuwangi Berbagi menjadi pengingat untuk selalu bersyukur dan peduli terhadap sesama.

Banyuwangi Terima 60 Ribu Saset Susu Pendamping untuk Pasien TB Paru

“Ini implementasi filosofi ‘kalau kita susah, lihatlah ke bawah’, agar kita tidak meremehkan nikmat yang telah diberikan,” katanya.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Pemkab Banyuwangi Budi Santoso menjelaskan bahwa program ini melibatkan seluruh PNS dan PPPK penuh waktu, kecuali PPPK paruh waktu.

“Semakin tinggi jabatan ASN, semakin besar kontribusi sembako yang disalurkan. Karena itu, jumlah sembako yang terkumpul bahkan melebihi jumlah sasaran,” jelas Budi.

Ia menambahkan, program ini juga berfungsi sebagai ground check terhadap data kemiskinan. ASN diminta memantau langsung kondisi warga sasaran dan melaporkannya melalui aplikasi Smart Kampung.

“ASN melihat apakah warga sudah menerima bantuan rutin, apakah ada yang sakit dan perlu penanganan segera. Semua dilaporkan dalam sistem,” pungkasnya.

Artikel Terkait