Operasi Pengangkatan Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali Dimulai

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 28 Januari 2026, 17:47 WIB
ANGKAT BANGKAI - Tongkang bercakar Pioner 88 saat berada di Selat Bali, Rabu (28/1/2026). Operasi pengangkatan KMP Tunu Pratama Jaya dimulai.
ANGKAT BANGKAI - Tongkang bercakar Pioner 88 saat berada di Selat Bali, Rabu (28/1/2026). Operasi pengangkatan KMP Tunu Pratama Jaya dimulai.

BanyuwangiNet.com – Operasi pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali pada Juli 2025 mulai memasuki tahap awal. Kapal barge crane atau tongkang bercakar yang akan digunakan dalam proses pengangkatan telah berada di lokasi kejadian.

Pantauan di lapangan pada Rabu (28/1/2026) menunjukkan tongkang bercakar Pioner 88 telah berada di perairan Selat Bali, tepatnya di sisi tenggara Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Kapal tersebut berada di sekitar titik bangkai KMP Tunu Pratama Jaya yang telah ditandai dengan buoy sejak beberapa waktu lalu.

Kasatpolairud Polrestabes Banyuwangi, Kompol Muchammad Wahyudi, membenarkan bahwa kapal pengangkat telah berada di lokasi. Namun, ia menegaskan proses pengangkatan belum dilakukan.

“Belum ada proses pengangkatan. Kapal tongkang bercakar baru menuju titik lokasi, belum ada pengangkatan sama sekali,” ujar Wahyudi.

Sopir Logistik Minta Lintasan Ketapang–Lembar Dibuka Kembali

Menurut Wahyudi, tongkang bercakar tersebut telah berada di kawasan Selat Bali selama beberapa hari terakhir. Area operasi telah dibatasi dengan radius sekitar 400 meter untuk menjamin keselamatan pelayaran dan mencegah kapal lain beraktivitas di sekitar lokasi.

Ia menambahkan, seluruh rangkaian operasi pengangkatan bangkai kapal berada di bawah kewenangan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banyuwangi. Pihak kepolisian hanya bertugas memberikan dukungan pengamanan sesuai tupoksi.

“Semua proses pengangkatan, termasuk kapal, asuransi, dan pekerja, berada di bawah koordinasi KSOP,” jelasnya.

Pura-pura Jadi Sales, Pria di Banyuwangi Curi HP Penjaga Konter

Berdasarkan informasi yang dihimpun, operasi pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya diperkirakan akan berlangsung selama sekitar satu bulan. Bangkai kapal rencananya akan diangkat dengan metode pemotongan atau pencacahan menjadi beberapa bagian. Potongan kapal tersebut kemudian diangkat menggunakan mesin bercakar yang terpasang di tongkang Pioner 88.

Sebagai informasi, KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di perairan Selat Bali pada 2 Juli 2025 malam, saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Kapal milik PT Raputra Jaya tersebut mengangkut 84 orang, termasuk penumpang dan kru kapal. Dari jumlah tersebut, 30 orang berhasil selamat, sementara sisanya dinyatakan meninggal dunia dan hilang.

Artikel Terkait