Investor Tiongkok MATA Ecology Lirik Banyuwangi untuk Investasi Budidaya Tiram Berkelanjutan

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 1 September 2026, 18:05 WIB
1001039551
Bupati Ipuk bertemu dengan investor asal Tiongkok di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan.

BanyuwangiNet.com – Potensi kelautan dan pesisir Kabupaten Banyuwangi kembali menarik perhatian investor asing. Perusahaan asal Tiongkok, MATA Ecology, menjajaki peluang investasi untuk mengembangkan budidaya sekaligus industri tiram (oyster) di Banyuwangi.

Rencana tersebut mengusung konsep blue industry, yakni pengembangan usaha kelautan yang tidak hanya berorientasi pada nilai ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan melibatkan masyarakat lokal.

Ketertarikan MATA Ecology disampaikan langsung oleh jajaran perusahaan saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Senin (31/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, investor memaparkan profil perusahaan serta konsep budidaya dan pengolahan tiram yang akan dikembangkan di Banyuwangi.

“Ya, kami kemarin kedatangan tamu investor dari Tiongkok yang tertarik untuk mengembangkan budidaya tiram di Banyuwangi. Sejauh ini konsep yang dipaparkan cukup menarik karena mengusung blue industry, yakni pengelolaan tiram yang ramah lingkungan sekaligus melibatkan masyarakat,” kata Ipuk, Selasa (1/9/2026).

Dalam pertemuan itu, Direktur Utama MATA Ecology Wang Yong Ming hadir bersama jajaran direksi. Pertemuan tersebut juga dihadiri anggota DPR RI Komisi IV Prof. Rokhmin Dahuri dan Direktur Utama Surya Jaya Investama Chandra Astan sebagai mitra MATA Ecology di Indonesia.

MATA Ecology merupakan perusahaan asal Tiongkok yang bergerak di bidang budidaya dan pengolahan tiram, pengelolaan sumber daya pesisir, serta pengembangan produk turunan hasil budidaya.

Konsep investasi yang dipaparkan di Banyuwangi mencakup seluruh rantai usaha, mulai dari budidaya hingga pengolahan atau hilirisasi produk tiram.

Salah satu konsep yang ditawarkan adalah pemanfaatan cangkang tiram menjadi produk bernilai tambah, seperti pupuk. Dengan pendekatan tersebut, hasil samping budidaya tidak sekadar menjadi limbah, tetapi dapat kembali dimanfaatkan untuk menghasilkan produk lain.

Rencana investasi ini disebut berpotensi menjadi salah satu investasi besar di sektor kelautan Indonesia. Pemkab Banyuwangi menyambut positif penjajakan tersebut karena konsep yang ditawarkan dinilai sejalan dengan arah pembangunan daerah yang menggabungkan pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

“Kami yakin budidaya tiram berkelanjutan berpotensi memberikan manfaat bagi daerah, antara lain melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, pengembangan ekonomi masyarakat pesisir, peningkatan nilai tambah hasil perikanan, serta penguatan sektor kelautan dan perikanan di Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Menurutnya, pengembangan investasi kelautan juga diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Industri yang dikelola secara berkelanjutan dinilai dapat memperkuat ekonomi kawasan pesisir sekaligus mendukung sektor pariwisata yang menjadi salah satu penggerak pembangunan Banyuwangi.

Direktur Utama MATA Ecology Wang Yong Ming mengatakan Banyuwangi memiliki sejumlah keunggulan untuk pengembangan budidaya tiram.

Faktor yang menjadi pertimbangan antara lain kondisi perairan, iklim, suhu, serta ketersediaan sumber daya manusia. Kondisi tersebut dinilai mendukung kegiatan budidaya yang dapat dilakukan sepanjang tahun.

“Dalam penilaian kami, di sini tidak ada angin topan, suhunya sangat cocok sehingga bisa untuk melakukan budidaya tiram sepanjang tahun,” ujarnya.

Wang juga menyebut Banyuwangi menjadi lokasi pertama yang dipilih MATA Ecology untuk rencana investasi di Indonesia.

“Ini pertama kalinya kami berinvestasi di Indonesia dan kami pilih Banyuwangi. Kami sangat semangat untuk menjalin kerja sama ini,” imbuhnya.

Anggota DPR RI Komisi IV Prof. Rokhmin Dahuri mengatakan Banyuwangi direkomendasikan sebagai salah satu lokasi investasi karena memiliki potensi kelautan sekaligus dinilai siap menerima investasi.

Presiden Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp, Salah Satunya di Banyuwangi

Menurut mantan Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001–2004 tersebut, MATA Ecology merupakan perusahaan yang memiliki pengalaman dan reputasi kuat dalam industri tiram di Tiongkok.

“Kami sudah memastikan perusahaan ini sangat bonafide, memiliki cetak biru yang melibatkan masyarakat dalam menjalankan kegiatannya. Investor ini kami bawa ke Banyuwangi karena Banyuwangi kami nilai siap,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Surya Jaya Investama Chandra Astan mengatakan pihaknya akan memastikan rencana investasi berjalan sesuai kebijakan Pemkab Banyuwangi.

Koral Budidaya Banyuwangi Tembus 20 Negara, Terbaru Ekspor ke Amerika Serikat

Aspek keberlanjutan lingkungan dan pelibatan masyarakat lokal menjadi bagian yang akan dikawal dalam pelaksanaan investasi tersebut.

“Kami sudah memiliki pengalaman sebelumnya dalam budidaya yang ramah lingkungan dan menjadikan masyarakat lokal sebagai mitra dalam menjalankan usaha budidaya. Ini yang akan kami pastikan juga dijalankan oleh investor,” pungkasnya.

Artikel Terkait