Peserta Karnaval Budaya di Pesanggaran Banyuwangi Meninggal, Sempat Keluhkan Sakit

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 24 Agustus 2026, 19:37 WIB
ChatGPT Image 24 Agu 2026, 18.42.37
Ilustrasi AI.

BanyuwangiNet.com – Seorang peserta karnaval budaya di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, meninggal dunia saat mengikuti rangkaian kegiatan, Minggu (23/8/2026) malam.

Peserta tersebut adalah Bonari (48), warga Desa Sumbermulyo. Sebelum meninggal, korban sempat mengeluhkan sakit kepada sejumlah teman yang berada bersamanya.

Kapolsek Pesanggaran, AKP Agus Hari Widodo, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, Bonari merupakan salah satu peserta karnaval budaya yang digelar di desa setempat.

Kegiatan karnaval dimulai sekitar pukul 15.00 WIB dan dilepas oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Pesanggaran.

“Kami melepaskan karnaval itu bersama forkopimka,” jelas Agus, Senin (24/8/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, ketika rombongan karnaval sudah mendekati garis finis. Dalam perjalanan, Bonari tiba-tiba mengeluhkan kondisi tubuhnya. Sejumlah temannya kemudian memberikan pertolongan dengan membawanya untuk beristirahat di bak belakang mobil pikap.

“Temannya yang bantu, itu sempat didudukkan di baknya pikap belakang itu,” jelas Agus.

Setelah beristirahat, kondisi Bonari sempat terlihat membaik. Ia bahkan masih dapat berbincang dengan teman-temannya. Karena merasa kondisinya sudah lebih baik, Bonari kemudian kembali berjalan dan mengikuti rombongan karnaval.

Namun, kondisi korban kembali memburuk. Bonari tiba-tiba lemas sehingga teman-temannya kembali memberikan pertolongan dan membawanya ke Puskesmas.

“Ternyata tiba-tiba lemas, terus dibantu teman-temannya dilarikan ke Puskesmas,” terangnya.

Saat tiba di Puskesmas, Bonari dinyatakan telah meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka dan dimakamkan pada Senin pagi.

Agus mengatakan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan teman korban, Bonari sebelumnya pernah mengeluhkan nyeri di bagian dada.

“Keterangan teman-temannya, dia pernah punya riwayat nyeri di dada,” terangnya.

Nenek 78 Tahun Hilang di Kebun Banyuwangi Ditemukan Meninggal

Polisi juga membantah informasi yang menyebut korban meninggal dalam kondisi terpengaruh minuman keras. Agus menegaskan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan sebelum karnaval untuk mencegah adanya pesta minuman keras selama kegiatan.

“Gak ada, gak ada miras. Karena memang karena kondisi sakit,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, Kapolsek Pesanggaran mengingatkan masyarakat yang hendak mengikuti kegiatan dengan aktivitas fisik agar memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing.

RSUD Blambangan Ungkap Kondisi Medis Pasien Obesitas yang Meninggal Saat Dirawat

Menurutnya, keselamatan peserta harus menjadi perhatian utama, terlebih dalam kegiatan yang berlangsung selama beberapa jam dan melibatkan aktivitas berjalan dalam jarak cukup jauh.

“Peserta karnaval terhadap kondisi kesehatan masing-masing, keselamatan lebih penting,” ujarnya.

Artikel Terkait