Banyuwangi Luncurkan Lentera Lansia, Layanan Terintegrasi untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia
BanyuwangiNet.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Persatuan Istri Veteran Republik Indonesia (Piveri) meluncurkan Lentera Lansia (Layanan Terintegrasi Bagi Lansia), sebuah program yang mengintegrasikan layanan kesehatan, pendampingan psikologis, hingga pemberdayaan ekonomi untuk meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia (lansia).
Program tersebut diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Piveri di Aula Universitas Dr. Soekardjo (Unidsoe) Banyuwangi, Selasa (28/7/2026).
Peluncuran dihadiri Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Banyuwangi Mayor (Purn) Hermanto, jajaran Persatuan Purnawirawan ABRI dan TNI (Pepabri), anggota Piveri, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Banyuwangi.
Ketua Piveri Banyuwangi, Wahyuni Dahliyana, mengatakan, program Lentera Lansia lahir sebagai respons terhadap berbagai persoalan yang kerap dihadapi warga lanjut usia, mulai dari masalah kesehatan, keterbatasan ekonomi, hingga persoalan psikologis akibat kesepian setelah ditinggal pasangan atau anak-anak yang telah berkeluarga.
“Lewat program ini kami ingin menghadirkan solusi untuk berbagai permasalahan tersebut,” kata Wahyuni.
Melalui program tersebut, para lansia akan mendapatkan berbagai layanan secara terpadu, antara lain pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi bersama psikolog, hingga pelatihan yang bertujuan menjaga produktivitas dan kemandirian mereka. Kegiatan akan dilaksanakan secara rutin setiap tanggal 17 setiap bulan di Gedung Juang ’45 Banyuwangi.
“Semua agenda tersebut akan dilaksanakan rutin setiap tanggal 17 per bulannya, bertempat di Gedung Juang ’45. Kami berharap, dengan program ini warga lansia bisa memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Tetap sehat dan bahagia,” ujar Wahyuni.
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Piveri yang dinilai sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan lansia. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci untuk menghadirkan pelayanan yang lebih menyeluruh bagi masyarakat.
“Terima kasih juga kepada semua pihak yang terus berkolaborasi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Insyaallah dengan tandang bareng semua akan lebih ringan,” kata Mujiono.
Selain mendukung Lentera Lansia, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah menjalankan sejumlah program yang berpihak kepada warga lanjut usia. Salah satunya adalah Rantang Kasih, program pemberian makanan bergizi secara rutin bagi lansia kurang mampu yang hidup sebatang kara.
Pemkab juga membuka ruang partisipasi bagi lansia melalui Rembug Lansia, sebuah forum yang memungkinkan warga senior menyampaikan aspirasi, ide, dan masukan sebagai bahan penyusunan kebijakan daerah.
“Semua harapan, ide, dan gagasan dari warga lansia kami catat dan dijadikan rujukan pengambilan kebijakan daerah yang lebih ramah lansia,” ujar Mujiono.
Bupati Ipuk Lepas 1.312 CJH Banyuwangi 2026, Ratusan Lansia Dapat Layanan Prioritas
Di bidang kesehatan, Banyuwangi juga mengembangkan inovasi Mal Orang Sehat, yang mengubah paradigma puskesmas tidak hanya sebagai tempat berobat, tetapi juga sebagai pusat layanan promotif dan preventif.
Melalui program tersebut, masyarakat didorong memeriksakan kondisi kesehatan secara berkala agar potensi penyakit dapat dideteksi lebih dini sebelum berkembang menjadi lebih serius.
Pemkab Perkuat Program Lansia Sehat dan Produktif
Selain itu, Pemkab Banyuwangi menjalankan layanan jemput bola bagi lansia, khususnya mereka yang tinggal sendiri atau memiliki keterbatasan ekonomi. Tim kesehatan mendatangi rumah-rumah warga untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan sosial yang dihadapi.
“Kami juga menggulirkan program jemput bola. Tim akan keliling ke rumah-rumah warga lansia, khususnya miskin dan sebatang kara, untuk memeriksa kesehatan maupun masalah sosial lainnya,” tambah Mujiono.