BNNK dan Kwarcab Pramuka Banyuwangi Bentuk Saka Anti Narkoba untuk Lindungi Generasi Muda

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 28 Juli 2026, 16:10 WIB
1000976471
Ket[ua Kwartir Cabang Pramuka Banyuwangi, Mujiono, dan Kepala BNNK Banyuwangi Kombes Pol. Rachmat Kurniawan menunjukkan Mou yang telah ditandatangani.

BanyuwangiNet.com – Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda terus diperkuat di Kabupaten Banyuwangi. Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi menggandeng Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Banyuwangi membentuk Satuan Karya (Saka) Anti Narkoba sebagai wadah pembinaan, edukasi, dan penguatan karakter bagi anggota Pramuka.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Banyuwangi yang juga Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, dan Kepala BNNK Banyuwangi Kombes Pol Rachmat Kurniawan di Kantor Kwarcab Pramuka Banyuwangi, Selasa (28/7/2026).

Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menegaskan, peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika masih menjadi ancaman serius yang menyasar generasi muda, termasuk pelajar yang aktif di lingkungan sekolah maupun Pramuka.

Karena itu, menurutnya, pembentukan Saka Anti Narkoba menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat upaya pencegahan sejak dini.

“Peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika merupakan musuh nyata bangsa. Sasaran mereka adalah generasi muda, usia produktif, termasuk anak-anak kita yang berada di bangku sekolah dan aktif di gugus depan Pramuka. Maka kita wajib memeranginya,” kata Mujiono.

Ia menyambut baik sinergi antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Kwarcab Pramuka, dan BNNK dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika.

Mujiono mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memperkuat perlindungan terhadap generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkoba.

Menurutnya, pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi juga membutuhkan keterlibatan tokoh agama, tokoh pemuda, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, pemerintah daerah, hingga sektor swasta.

“Kami mengajak kepada seluruh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, lintas agama, pemerintah daerah, hingga sektor perbankan untuk bareng-bareng mengantisipasi peredaran narkoba di Kabupaten Banyuwangi. Mari kita edukasi anak cucu kita agar tidak terlibat narkoba,” pintanya.

Ia juga mendorong agar sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) disisipkan dalam berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari pengajian, pondok pesantren, hingga lingkungan pendidikan.

“Harapannya, pembentukan karakter dan keluhuran mental generasi muda di Banyuwangi dapat terus terjaga,” sambungnya.

Kepala BNNK Banyuwangi Kombes Pol Rachmat Kurniawan menjelaskan, pembentukan Saka Anti Narkoba merupakan bagian dari strategi penguatan program P4GN yang berfokus pada upaya pencegahan sejak dini.

Menurutnya, penanganan persoalan narkoba tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan rehabilitasi bagi penyalahguna.

“Upaya ini merupakan bentuk konkret komitmen BNNK dalam mengoptimalkan strategi P4GN dari sisi hulu,” tegasnya.

BMKG Prediksi Gelombang Tinggi Selat Bali Berlanjut hingga Agustus 2026, Warga Diminta Waspada

Rachmat menambahkan, pendekatan preventif dinilai menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran generasi muda agar menjauhi penyalahgunaan narkoba sebelum mereka menjadi korban.

“P4GN bukan hanya soal penindakan represif. Penindakan hanya satu bagian kecil dari sekian banyak kegiatan. Yang tidak kalah penting yakni penyuluhan, pencegahan, pemberdayaan, hingga rehabilitasi,” ujarnya.

BNNK Banyuwangi Tangkap Residivis dengan 40 Gram Sabu, Diduga Terhubung Jaringan Antarkota

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan Banyuwangi yang bebas dari peredaran gelap narkotika.

“Sebagaimana slogan Banyuwangi, mari kita ‘tandang bareng’ demi mewujudkan Banyuwangi yang bersih dan terbebas dari peredaran gelap narkoba,” tutupnya.

Artikel Terkait