Bupati Ipuk Rotasi 42 Kepala SMP, Tekankan Penanganan Anak Putus Sekolah di Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 9 Juli 2026, 17:48 WIB
1000935680
Bupati Ipuk memberikan selamat kepada para Kepala Sekolah SMP yang baru.

BanyuwangiNet.com – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyerahkan Surat Keputusan (SK) mutasi kepada 42 kepala sekolah jenjang SMP di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Dalam kesempatan tersebut, Ipuk menegaskan, kepala sekolah tidak hanya bertanggungjawab mengelola pendidikan di sekolah, tetapi juga harus berperan aktif dalam mencegah anak putus sekolah.

Penyerahan SK mutasi berlangsung di Ruang Rempeg Jogopati, Rabu (8/7/2026). Menurut Ipuk, kepala sekolah perlu memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial di lingkungan sekitar agar setiap anak usia sekolah tetap memperoleh haknya untuk mengenyam pendidikan.

“Kepala sekolah harus peka terhadap kondisi di sekitarnya. Misalnya, jika ada anak yang berpotensi putus sekolah, segera rangkul mereka. Sudah berulang kali saya tegaskan, tidak boleh ada anak tidak bersekolah saat usia sekolah. Kita sudah menyediakan banyak skema,” kata Ipuk.

Ipuk menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi telah menjalankan berbagai program untuk menekan angka putus sekolah. Salah satunya melalui program Garda Ampuh (Gerakan Daerah Angkat Anak Muda Putus Sekolah) yang bertujuan menjaring anak-anak yang berhenti sekolah agar dapat kembali melanjutkan pendidikan.

Selain itu, pemerintah juga menyediakan bantuan uang saku dan biaya transportasi bagi pelajar dari keluarga kurang mampu.

Upaya tersebut diperkuat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serta program Siswa Asuh Sebaya, yang melibatkan para pelajar untuk saling membantu teman yang membutuhkan.

“Tidak hanya yang dilakukan pemerintah daerah, kami juga sudah berkolaborasi dengan banyak pihak untuk menangani masalah ini. Misalnya dengan Baznas. Termasuk juga aksi sosial rutin yang dilakukan siswa Banyuwangi lewat Siswa Asuh Sebaya. Jadi tidak ada alasan untuk anak tidak bisa bersekolah,” ujar Ipuk.

Selain fokus pada penanganan anak putus sekolah, Ipuk juga meminta para kepala sekolah membangun komunikasi yang baik dengan orang tua siswa. Menurutnya, hubungan yang harmonis antara sekolah dan keluarga menjadi salah satu kunci keberhasilan pendidikan.

Ia mendorong kepala sekolah terbuka terhadap berbagai masukan dari orang tua sebagai bahan evaluasi dan penyusunan kebijakan di lingkungan sekolah.

“Bangun bonding dengan para orang tua. Terima dan jadikan saran serta masukan dari mereka sebagai dasar pembuatan kebijakan sekolah,” katanya.

Pemkab Banyuwangi Rehabilitasi 134 Sekolah, Fokus Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Ipuk juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Selain didukung fasilitas yang memadai, kualitas pembelajaran dari para guru juga harus terus ditingkatkan agar siswa merasa betah dan termotivasi untuk belajar.

“Selain fasilitas yang memadai, semua guru juga harus bisa memberikan pembelajaran yang berkualitas, sehingga siswa merasa bahagia dan nyaman belajar di sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian menjelaskan, rotasi terhadap 42 kepala SMP dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi. Seluruh kepala sekolah yang dimutasi telah menjabat di sekolah sebelumnya minimal selama dua tahun.

Mendikdasmen Beri Dua Penghargaan untuk Banyuwangi atas Komitmen di Bidang Pendidikan

Menurutnya, penempatan kepala sekolah disesuaikan dengan karakteristik masing-masing sekolah agar kepemimpinan yang diterapkan mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan.

“Ini untuk penyegaran. Rotasi kita lakukan disesuaikan dengan karakteristik sekolah dengan gaya kepemimpinan kepala sekolah. Harapannya ini bisa membawa perkembangan positif pada sekolah yang baru,” pungkas Alfian.

Artikel Terkait