Kemenko Pangan Pantau Harga Sembako di Banyuwangi, Stok Beras dan Komoditas Dipastikan Aman

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 5 Juli 2026, 20:33 WIB
1000930817
Tim dari Kemenko Pangan meninjau ketersediaan dan stabilitas harga pangan di Pasar Rogojampi.

BanyuwangiNet.com – Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) memastikan harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Banyuwangi dalam kondisi terkendali. Pemantauan dilakukan di Pasar Rogojampi, Minggu (5/7/2026), sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan pangan dan mengendalikan harga komoditas strategis.

Kunjungan dipimpin Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Pangan untuk Ekonomi Maritim, Sugeng Santoso, bersama Asisten Deputi Stabilisasi Harga Pangan, Siradj Parwito. Rombongan didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Suratno serta Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Danang Hartanto.

Asisten Deputi Stabilisasi Harga Pangan Siradj Parwito mengatakan pihaknya memantau sejumlah komoditas utama, seperti beras, telur, ayam, daging sapi, dan minyak goreng. Hasilnya, harga masih berada dalam kisaran yang stabil.

“Hasil pemantauan kami di lapangan, harganya dalam kondisi terkendali. Harga telur yang sempat turun kini kembali normal di kisaran Rp23 ribu per kilogram di tingkat konsumen,” ujarnya.

Harga daging sapi juga dinilai masih wajar, yakni sekitar Rp140 ribu per kilogram untuk daging campuran dan Rp150 ribu per kilogram untuk kualitas premium. Meski demikian, para pedagang mengusulkan penambahan pasokan dari rumah potong hewan agar ketersediaan tetap terjaga.

Untuk ayam potong, harga di Pasar Rogojampi berada di kisaran Rp28 ribu per kilogram. Saat permintaan meningkat, seperti ketika pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), harga ayam dapat naik hingga Rp34 ribu–Rp35 ribu per kilogram.

Kemenko Pangan juga memantau distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Setiap pekan, Perum Bulog memasok sekitar dua ton beras SPHP ke Pasar Rogojampi dan seluruhnya terserap oleh masyarakat.

“Kami senang di sini SPHP banyak peminatnya. Kami juga mengecek harga minyak, juga tidak ada masalah. Sementara yang dikeluhkan pedagang adalah kenaikan harga plastik kemasan akibat dampak geopolitik global yang mengganggu impor plastik kita,” kata Siradj.

Ia menambahkan, Pasar Rogojampi merupakan salah satu pasar binaan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SP2HP), sehingga perkembangan harga berbagai komoditas penyumbang inflasi dapat dipantau secara berkala.

Pedagang daging sapi di Pasar Rogojampi, Yuyun, mengatakan stok daging masih tersedia, namun penjualan mengalami penurunan karena berkurangnya kegiatan hajatan selama bulan Muharam.

“Di bulan ini memang jarang orang punya hajatan. Sehingga stok saya kurangi. Kalau lagi ramai itu bisa habis sekitar 1,5 kuintal sehari,” ujarnya.

Sementara itu, pedagang beras Bayu mengungkapkan persediaan beras di tokonya mencapai lima hingga enam ton sehingga pasokan tetap aman. Menurutnya, beras SPHP dengan harga Rp58 ribu per kemasan menjadi produk yang paling cepat habis karena harganya terjangkau.

“SPHP paling cepat habis karena harganya paling terjangkau,” katanya.

Wabup Banyuwangi Sidak Pasar dan Penggilingan Beras, Pastikan Stok Aman Jelang Lebaran

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Suratno menjelaskan, produksi padi Banyuwangi selama Januari hingga Juni 2026 mencapai 377.952 ton gabah kering giling (GKG) dari luas panen 57.015 hektare. Produksi tersebut setara dengan 255.257 ton beras dengan produktivitas rata-rata 6,63 ton per hektare.

“Produksi tersebut setara 255.257 ton beras dengan produktivitas rata-rata 6,63 ton per hektare. Alhamdulillah Banyuwangi selalu surplus beras tiap tahunnya,” ujarnya.

Produksi Beras Banyuwangi Surplus 174 Ribu Ton pada Semester I 2026, Dukung Cadangan Nasional

Sementara itu, Kepala Bulog Banyuwangi Dwiana Puspitasari menyebut cadangan beras di gudang Bulog saat ini mencapai 129 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Banyuwangi sekaligus mendukung distribusi ke berbagai daerah lain.

“Stok sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Banyuwangi juga menyuplai kebutuhan beras ke Papua, NTT, dan Bali sebagai bagian dari pemerataan stok nasional,” kata Dwiana.

Artikel Terkait