Dinkes Banyuwangi Pastikan Belum Ada Kasus Hantavirus, Warga Diminta Tetap Waspada

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 11 Mei 2026, 20:26 WIB
1000839529
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat.

BanyuwangiNet.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi memastikan, hingga awal Mei 2026 belum ditemukan kasus positif infeksi hantavirus di wilayah Banyuwangi. Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang ditularkan melalui tikus tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat, mengatakan hantavirus merupakan penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius, terutama jika tidak ditangani sejak dini.

Menurut Amir, penularan hantavirus dapat terjadi melalui kotoran, air kencing, maupun gigitan tikus yang telah terinfeksi virus. Risiko penularan meningkat ketika kotoran atau urine tikus yang mengering bercampur dengan debu lalu terhirup manusia.

“Hantavirus ini bisa menimbulkan gejala seperti demam tinggi, ruam pada tubuh, bahkan gangguan pernapasan seperti batuk dan sesak. Penularannya bisa dari debu yang terkontaminasi kencing tikus, gigitan tikus, hingga makanan yang sudah terkena virus dari tikus,” ujar Amir.

Ikan Asap Blimbingsari Banyuwangi Jadi Buruan Wisatawan, Resep Turun-Temurun Sejak 1977

Ia menjelaskan, infeksi hantavirus umumnya berkembang secara bertahap. Pada tahap awal, penderita biasanya mengalami demam, nyeri tubuh, serta gejala umum lain yang mirip dengan infeksi virus biasa.

“Kalau sudah muncul demam tinggi dan gejala mengarah ke infeksi hantavirus, sebaiknya segera dirawat supaya penanganannya lebih cepat dan tidak berkembang menjadi lebih berat,” katanya.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan mendorong masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan agar populasi tikus di sekitar permukiman dapat ditekan. Warga juga diminta memastikan tempat penyimpanan makanan tertutup rapat agar tidak terkontaminasi tikus.

Program Pendidikan Banyuwangi Akan Diadopsi ke Tingkat Nasional

Selain itu, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala mencurigakan setelah beraktivitas di area yang berpotensi menjadi habitat tikus.

“Yang paling penting jangan sampai tikus masuk ke rumah. Lingkungan harus dijaga tetap bersih, terutama daerah yang dekat kebun atau sarang tikus. Kalau mau membersihkan kotoran tikus, pakai masker dan siram dengan desinfektan lalu bersihkan,” kata Amir.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga daya tahan tubuh melalui pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan mencukupi waktu istirahat. Menurutnya, kondisi imun tubuh yang baik dapat membantu mengurangi risiko infeksi virus.

Artikel Terkait