Ditemukan Surat dari Orang Tua yang Buang Bayi di Teras Rumah Banyuwangi, Minta Maaf dan Jangan Diviralkan
BanyuwangiNet.com – Orang tua bayi laki-laki yang ditemukan di teras rumah warga Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, Rabu (14/1/2026) malam, meninggalkan secarik surat tulisan tangan. Surat tersebut ditujukan kepada pemilik rumah tempat bayi ditinggalkan.
Kapolsek Glagah, AKP Edy Jaka Supaat, membenarkan keberadaan surat tersebut. Menurutnya, surat ditemukan di dalam kardus mi instan bersama bayi dan sejumlah perlengkapan.
“Surat itu ditinggalkan di dalam kardus bersama bayi dan perlengkapan bayi,” kata Jaka, Kamis (15/1/2026).
Dalam surat tersebut, orang tua bayi menyampaikan permohonan maaf kepada pemilik rumah dan berharap sang bayi dapat dirawat dengan baik.
Bayi Laki-laki Ditemukan dalam Kardus Mi Instan Dibuang di Teras Rumah Warga Banyuwangi
“Bu, sebelumnya saya minta maaf ya. Saya harap ibu menerimanya. Saya minta tolong, ya, Bu,” tulis orang tua bayi.
Ia juga meminta agar bayi laki-laki yang diperkirakan berusia lebih dari satu bulan itu dirawat seperti anak sendiri.
“Mungkin ini jalan yang terbaik, Bu. Daripada anak saya digeletakkan di jalan, mending saya titipkan ke ibu,” lanjut isi surat tersebut.
Dalam bagian lain suratnya, orang tua bayi mengakui kesalahan yang telah diperbuat dan kembali menegaskan permintaan agar bayi tersebut dirawat dengan penuh kasih.
Libur Nataru, Banyuwangi Jadi Destinasi Favorit Penumpang Kereta Api
“Saya memang salah, Bu. Tapi nggak ada cara lain. Mungkin ini memang jalan yang terbaik. Sekali lagi rawat anak ini ya, Bu,” tulisnya.
Orang tua bayi juga mencantumkan informasi kelahiran anak tersebut yang disebut lahir pada 28 November 2025, serta menuliskan nama yang diberikan kepada bayi tersebut. Pada paragraf terakhir, penulis surat meminta agar peristiwa penelantaran bayi itu tidak disebarluaskan.
“Jangan diviralkan, minta tolong. Rawat anak ini seperti anak kandung ibu sendiri,” tulisnya menutup surat.
Sebelumnya diberitakan, bayi laki-laki tersebut ditemukan di teras rumah milik Sutikno (70). Keberadaan bayi pertama kali diketahui oleh anak pemilik rumah, Ferdy Tri (18), sekitar pukul 22.00 WIB.
“Awalnya, anak pemilik rumah baru pulang dan mendapati sebuah kardus di lantai teras rumah. Ia masuk rumah tanpa mengecek isi kardus tersebut,” ujar Jaka.
Kisah PPPK Abdurrahman Lari 52 Km Tunaikan Nazar, Ipuk: Cermin Dedikasi ASN
Tak lama kemudian, Ferdy kembali ke teras untuk mengerjakan tugas sekolah. Ia terkejut saat mendengar suara tangisan bayi dan mendapati suara itu berasal dari kardus mi instan di teras rumah.
“Mengetahui bahwa ada bayi di dalam kardus, saksi Ferdy memberitahu orang tuanya. Orang tua saksi kemudian melaporkan penemuan bayi itu ke Polsek Glagah,” tambahnya.
Petugas kepolisian bersama bidan dari klinik setempat segera datang ke lokasi untuk mengevakuasi bayi. Bayi ditemukan bersama sejumlah perlengkapan, seperti pakaian, bantal, susu formula, popok, bedak, dan dot.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi bayi dalam keadaan sehat. Setelah menjalani pemeriksaan di klinik, bayi dirujuk ke RSUD Blambangan untuk penanganan lanjutan.
“Kami berkoordinasi dengan Unit Reskrim dan Inafis Polresta Banyuwangi untuk menyelidiki dan mencari orang tua yang membuang bayi tersebut,” tegas Jaka.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan guna mengungkap latar belakang dan pelaku penelantaran bayi tersebut.