Libur Nataru, Banyuwangi Jadi Destinasi Favorit Penumpang Kereta Api

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 7 Januari 2026, 10:22 WIB
Selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Banyuwangi menjadi tujuan favorit penumpang kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mencatat, Banyuwangi sebagai wilayah dengan jumlah penumpang kereta api tertinggi selama masa angkutan Nataru.
Selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Banyuwangi menjadi tujuan favorit penumpang kereta api. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mencatat, Banyuwangi sebagai wilayah dengan jumlah penumpang kereta api tertinggi selama masa angkutan Nataru.

BanyuwangiNet.com – Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu destinasi favorit penumpang kereta api selama masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mencatat Banyuwangi sebagai wilayah dengan jumlah penumpang tertinggi selama periode angkutan libur panjang tersebut.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengatakan tingginya angka penumpang tidak lepas dari daya tarik pariwisata Banyuwangi yang terus berkembang, serta pilihan kereta api sebagai moda transportasi yang aman dan nyaman.

“Kabupaten Banyuwangi dengan berbagai potensi pariwisatanya membuat masyarakat memilih kereta api sebagai moda transportasi untuk menuju Banyuwangi,” kata Cahyo, Selasa (6/1/2026).

Secara keseluruhan, KAI Daop 9 Jember melayani sekitar 416 ribu penumpang selama masa angkutan Nataru, baik berangkat maupun tiba. Dari jumlah tersebut, Banyuwangi menjadi daerah dengan kontribusi penumpang terbesar.

“Tercatat sekitar 207 ribu penumpang, atau 49 persen dari total kumulatif penumpang Nataru, berangkat dan tiba di wilayah Kabupaten Banyuwangi,” jelas Cahyo.

Kisah PPPK Abdurrahman Lari 52 Km Tunaikan Nazar, Ipuk: Cermin Dedikasi ASN

Berdasarkan data KAI, Stasiun Banyuwangi Kota menjadi stasiun tersibuk dengan jumlah penumpang naik dan turun mencapai sekitar 62 ribu orang. Selanjutnya disusul Stasiun Ketapang sebanyak 53 ribu penumpang, Stasiun Kalisetail sekitar 39 ribu penumpang, dan Stasiun Rogojampi sebanyak 32 ribu penumpang.

“Stasiun Kalisetail yang tergolong stasiun kecil justru potensinya luar biasa. Bahkan jumlah penumpangnya mengungguli Stasiun Rogojampi,” ungkap Cahyo.

Dari sisi layanan, kereta api yang paling banyak digunakan masyarakat selama Nataru adalah KA Sri Tanjung dan KA Probowangi, yang memiliki relasi awal dan akhir perjalanan di Banyuwangi. Sementara untuk kereta jarak jauh komersial, KA Blambangan Ekspres dan KA Wijaya Kusuma menjadi favorit penumpang.

Cahyo menjelaskan, tingginya minat penumpang juga dipengaruhi oleh banyaknya stasiun aktif di Banyuwangi, yakni sekitar enam stasiun yang melayani naik dan turun penumpang. Selain itu, jumlah perjalanan kereta api menuju Banyuwangi terus bertambah.

Ipuk Harap Kolaborasi BI Jember–Pemkab Banyuwangi Berlanjut di Bawah Kepemimpinan Baru

Saat ini, layanan KA menuju Banyuwangi diperkuat dengan KA Ijen Ekspres, perpanjangan relasi KA Blambangan Ekspres, KA Mutiara Timur reguler, serta KA Mutiara Timur tambahan yang beroperasi secara fakultatif selama Nataru.

“Total perjalanan KA selama Nataru ada 26 perjalanan, terdiri dari 24 perjalanan reguler dan 2 KA tambahan. Khusus yang melayani Banyuwangi, ada sekitar 22 perjalanan,” paparnya.

Ia menambahkan, sekitar 80 persen perjalanan KA di Daop 9 Jember memiliki tujuan awal atau akhir di Banyuwangi, kecuali KA Ranggajati dan KA Pandalungan.

Melihat tren tersebut, KAI Daop 9 Jember tengah mengkaji penambahan relasi dan perjalanan kereta api baru dari dan menuju Banyuwangi. Pertumbuhan penumpang selama Nataru tercatat mencapai 11 persen, sementara pertumbuhan kapasitas tempat duduk baru sekitar 5–7 persen.

Sedekah Oksigen Banyuwangi, Ribuan Bibit Pohon Gratis Dibagikan ke Warga

“Artinya masih ada peluang pasar yang bisa kami tangkap untuk pengembangan layanan dari dan menuju Banyuwangi,” kata Cahyo.

Selain penambahan layanan, KAI juga telah melakukan penataan fasilitas di Stasiun Ketapang dan Stasiun Banyuwangi Kota, serta penataan Stasiun Kalisetail yang masih berlangsung.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut positif tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api menuju Banyuwangi selama libur Nataru.

“Akses transportasi yang semakin baik berperan penting dalam mendukung sektor pariwisata dan pergerakan ekonomi daerah,” kata Ipuk.

Artikel Terkait