Dua Inovasi Banyuwangi Masuk Finalis Top Inovasi Terbaik Kovablik Jatim 2025

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 27 November 2025, 18:01 WIB
Dua inovasi Banyuwangi, Jagoan Tani dan I-Care, masuk finalis Top Inovasi Terbaik Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Tahun 2025, yang diselenggarakan Pemprov Jawa Timur. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mempresentasikan dua inovasi tersebut di hadapan dewan juri, Kamis (27/11/2025).
Dua inovasi Banyuwangi, Jagoan Tani dan I-Care, masuk finalis Top Inovasi Terbaik Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Tahun 2025, yang diselenggarakan Pemprov Jawa Timur. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mempresentasikan dua inovasi tersebut di hadapan dewan juri, Kamis (27/11/2025).

BanyuwangiNet.com – Dua program unggulan Kabupaten Banyuwangi berhasil masuk sebagai finalis Top Inovasi Terbaik Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) Jawa Timur 2025.

Program tersebut adalah Jagoan Tani dan I-Care, dua inovasi yang selama ini dikenal berkontribusi besar dalam pengembangan wirausaha muda agribisnis serta percepatan layanan kegawatan stroke.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mempresentasikan kedua inovasi tersebut di hadapan dewan juri pada Kamis (27/11/2025).

Tim juri terdiri dari Guru Besar Fisipol Unair Prof. Dr. Jusuf Irianto, Kepala BRIDA Jatim Dr. Andriyanto, serta praktisi media Hariatni Novitaari.

Kakek 73 Tahun Tewas Terlindas Truk di Rogojampi Banyuwangi Usai Hindari Pintu Mobil

Sesi presentasi dan wawancara ini menjadi tahap akhir penilaian sebelum ditetapkan peraih Outstanding Public Service Innovation 2025.

Dalam paparannya, Ipuk menjelaskan bahwa Jagoan Tani merupakan program inkubasi yang mendorong anak-anak muda untuk masuk ke dunia bisnis pertanian modern.

Setiap tahun, ratusan peserta yang sudah memiliki rintisan usaha mengikuti program ini untuk memperkuat dan memperluas bisnisnya.

Jenazah Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan di Bendungan Karangdoro Banyuwangi

“Kami hadirkan sejumlah mentor berpengalaman dari praktisi hingga akademisi untuk scaling-up bisnis mereka. Kami juga koneksikan dengan perbankan, jaringan dunia usaha, hingga stimulus modal,” ujar Ipuk.

Program ini telah melahirkan sekitar 4.000 wirausaha muda agribisnis, yang kini menjalankan usaha pertanian dengan pendekatan lebih modern dan berkelanjutan.

Model inkubasi Jagoan Tani bahkan menjadi program inovatif percontohan nasional, dan sejumlah daerah datang ke Banyuwangi untuk mempelajarinya.

Bea Cukai Gencarkan Patroli Selat Bali Cegah Lonjakan Penyelundupan Rokok dan Miras Ilegal

Ipuk juga memaparkan inovasi I-Care, sebuah sistem rujukan cepat pasien stroke yang diinisiasi RSUD Blambangan. Program ini memanfaatkan aplikasi Smart Kampung untuk mempercepat pasien mencapai rumah sakit dalam golden period—kurang dari 4,5 jam sejak serangan awal.

Melalui aplikasi tersebut, warga dapat melakukan cek risiko stroke secara mandiri dan memesan ambulans terdekat. “Tujuannya mempercepat pasien tiba di rumah sakit. Penanganan cepat di masa golden period sangat penting untuk mengurangi risiko cacat permanen hingga kematian,” jelas Ipuk.

Kemenhub Rakor di Banyuwangi, Antisipasi Lonjakan Arus Penyeberangan Nataru 2026

Dampak I-Care terbukti signifikan. Pada 2024, jumlah pasien stroke yang datang dalam golden period meningkat sehingga angka kefatalan turun menjadi 16,18 persen, jauh lebih rendah daripada sebelumnya yang mencapai 82 persen. Bahkan, 83,82 persen pasien dapat kembali produktif.

Keberhasilan ini membuat I-Care menjadi percontohan nasional sejak 2023. Program tersebut juga meraih Diamond Status dari World Stroke Organization selama 2021–2025 dan Diamond Award pada Indonesia Health Care Innovation Award 2023.

Usai mendengarkan paparan, para juri memberikan apresiasi atas dampak inovasi Banyuwangi.

“Saya sangat appreciate dengan inovasi I-Care. Ini memperkuat upaya kuratif sebagai salah satu fungsi di rumah sakit,” kata Prof. Jusuf.

Artikel Terkait