Jagoan Banyuwangi Dorong Anak Muda Scale Up Usaha Kreatif, Bupati Ipuk: Ekonomi Daerah Akan Tumbuh
Banyuwangi-Net.com – Pemkab Banyuwangi terus mendorong lahirnya generasi wirausaha muda melalui program inkubasi bisnis Jagoan Banyuwangi. Program ini rutin digelar sebagai wadah anak muda untuk mengembangkan ide dan bisnis yang sudah mereka rintis.
Tahun ini, sekitar 100 peserta yang mayoritas sudah memiliki usaha terjun dalam rangkaian program pendampingan. Mereka mendapatkan bimbingan dari mentor dan praktisi bisnis berpengalaman agar bisa melakukan scale up usaha.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, Jagoan Banyuwangi menjadi ruang tumbuh bagi anak muda untuk mengembangkan ide kreatif sekaligus memperluas jaringan usaha.
“Semua bidang kami fasilitasi dengan mentor berpengalaman di bidangnya masing-masing. Harapan kami, para pemuda Banyuwangi mampu melakukan scale up usahanya. Setelah berkembang, mereka bisa mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif yang menopang perekonomian daerah,” ujar Ipuk.
Nelayan Banyuwangi Difasilitasi e-Pas Kapal Kecil Gratis untuk Legalitas dan BBM Bersubsidi
Perjalanan Program: Dari Kelas hingga Pitching Day
Jagoan Banyuwangi 2025 dimulai pertengahan Agustus. Para peserta lebih dulu mengikuti kelas tatap muka bersama mentor, kemudian dilanjutkan dengan post programme dan pitching day pada 25–30 Agustus 2025 di Banyuwangi Creative Hub, Terminal Pariwisata Terpadu.
Dalam sesi pitching, peserta mempresentasikan strategi pengembangan usaha di hadapan mentor. Tiga bidang utama menjadi fokus program, yaitu:
Jagoan Tani: untuk usaha pertanian dan agribisnis.
Jagoan Digital: pengembangan keterampilan berbasis teknologi informasi.
Jagoan Bisnis: meliputi kuliner, fashion, kriya, hingga jasa.
Tradisi Endhog-Endhogan Banyuwangi, Ribuan Telur Hias Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW
Salah satu peserta, Wahyu Riyanto, mendirikan usaha penyewaan alat camping dan hiking bernama Moriza Outdoor. Meski memiliki keterbatasan fisik, ia tetap gigih membangun usahanya yang dirintis sejak 2013 dan resmi membuka toko offline pada 2018.
“Saya ikut Jagoan Banyuwangi karena ingin memperkuat branding usaha saya sekaligus pemasarannya. Bahkan saya jadi terinspirasi membuat produk dengan merek sendiri,” kata Wahyu.
Peserta lain, Eka Fahmi, pemilik usaha “Saben Wetan”, fokus menjual bibit buah eksotis, salah satunya buah naga Palora Ecuador.
Palang Merah Dunia Pelajari Program Kesiapsiagaan Gempa di Banyuwangi
“Buah naga Palora Ecuador rasanya lebih manis dibandingkan buah naga lainnya. Harganya juga tinggi, sekitar Rp200–300 ribu per kilogram. Makanya kami ingin mengenalkan tanaman ini lebih luas di Banyuwangi,” jelas Eka.
Ia mengaku mendapat manfaat langsung dari program ini karena berhasil menemukan mitra bisnis.
“Selain dapat ilmu, saya juga langsung pecah telur dan dapat mitra berkolaborasi,” tambahnya.