Banyuwangi Perkuat Layanan Stroke dengan Sistem Rujukan Cepat dan Neurointervensi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 18 November 2025, 10:36 WIB
Pemkab Banyuwangi memperkuat layanan pencegahan dan penanganan stroke melalui Sistem Rujukan Cepat Pasien Stroke (I-Care)
Pemkab Banyuwangi memperkuat layanan pencegahan dan penanganan stroke melalui Sistem Rujukan Cepat Pasien Stroke (I-Care)

BanyuwangiNet.com – Pemkab Banyuwangi memperkuat layanan pencegahan dan penanganan stroke melalui  Sistem Rujukan Cepat Pasien Stroke (I-Care) dan pengembangan Layanan Neurointervensi di RSUD Blambangan. Upaya ini dirancang untuk mempercepat diagnosis, meningkatkan peluang keberhasilan penanganan, serta menekan risiko kecacatan dan kematian akibat stroke.

Inovasi tersebut disampaikan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam peringatan World Stroke Day yang digelar di area Car Free Day Jl. A. Yani, Minggu (16/11/2025). Turut hadir Sekda Banyuwangi Guntur Priambodo, Plt. Direktur RSUD Blambangan dr. Siti Asiyah Anggraeni, Plt. Direktur RSUD Genteng dr. Sugiyo, serta sejumlah pejabat OPD terkait.

Menurut Ipuk, peningkatan kasus stroke menuntut pemerintah daerah bergerak lebih cepat dan lebih terstruktur.

Sirkuit BMX Muncar Banyuwangi, Lahirkan Juara Dunia dan Jadi Pusat Latihan Berstandar Olimpiade

“Layanan stroke menjadi prioritas karena trennya terus meningkat. Maka kita bangun sistem, inovasi, dan peralatan yang andal agar masyarakat mendapatkan layanan terbaik,” ujar Ipuk.

Secara nasional, prevalensi stroke mencapai 8,3 per 1.000 penduduk dengan sekitar 2,9 juta kasus baru setiap tahun. Di Jawa Timur, National Health Survey 2023 mencatat prevalensi mencapai 9 per mil pada penduduk usia ≥15 tahun. Dengan populasi Banyuwangi sekitar 1,7 juta jiwa, diperkirakan 10.800 warga berisiko mengalami stroke setiap tahun.

Untuk menekan risiko, edukasi publik diperkuat. Pengunjung acara mendapatkan penjelasan mengenai faktor risiko, gejala awal, serta bahaya stroke. Pemeriksaan kesehatan—mulai dari skrining umum, USG Doppler carotid, hingga Transcranial Doppler (TCD)—disediakan secara gratis untuk mendeteksi penyempitan pembuluh darah yang menjadi pemicu stroke.

“Semoga inovasi ini bisa membantu menekan kasus stroke di Banyuwangi,” kata Ipuk.

Pembangkit Listrik Tenaga Angin 200 Megawatt akan Dibangun di Banyuwangi

Plt. Direktur RSUD Blambangan, dr. Siti Asiyah Anggraeni, menjelaskan bahwa inovasi I-CARE dirancang untuk mempersingkat proses rujukan pasien stroke menuju fasilitas yang tepat. Sistem ini memastikan penanganan terjadi dalam golden period 4,5 jam, waktu krusial yang menentukan keberhasilan terapi.

“Layanan ini bisa diakses dengan mudah melalui super apps Smart Kampung,” jelasnya.

Selain I-Care, RSUD Blambangan juga menjalankan Layanan CODE STROKE, sebuah protokol cepat di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pasien yang datang dengan gejala stroke langsung mendapatkan Golden Standard Diagnosis, yaitu pemeriksaan CT-Scan 128 slice serta terapi trombolisis (r-TPA) sesuai standar internasional.

Inovasi ini membuat RSUD Blambangan meraih Diamond Award dari International Angels Initiative, penghargaan global untuk rumah sakit dengan kualitas pelayanan stroke terbaik.

Kemiren Banyuwangi, Desa Adat Osing Banyuwangi yang Mendunia lewat Keramahan dan Tradisi

Tidak berhenti pada tahap emergensi, RSUD Blambangan memperkuat layanan lanjutan melalui pembentukan Tim BENVI (Blambangan Neurovascular & Neurointervensi). Tim ini terdiri dari tiga dokter spesialis yang bekerja secara terpadu dalam prosedur kateterisasi otak, sebuah teknik untuk meningkatkan akurasi diagnosis dan peluang pemulihan pasien stroke berat.

“Tim ini memberikan layanan kateterisasi otak yang membantu meningkatkan ketepatan diagnosis serta peluang pemulihan pasien,” ungkapnya.

RSUD Blambangan kini menjadi salah satu rumah sakit di Jawa Timur yang menyediakan layanan neurointervensi, mempertegas Banyuwangi sebagai daerah yang serius berinvestasi pada penanganan stroke berbasis teknologi mutakhir.

Artikel Terkait