Banyuwangi Ijen Golden Route, Cara Baru Jelajahi Hidden Gem di Kaki Gunung Ijen

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 5 November 2025, 09:31 WIB
MEMPESONA: Kawasan Gunung Ijen. Di kaki gunung ini, hamparan keindahan alam, kesejukan udara, serta ragam aktivitas wisata menjadikan kawasan ini destinasi ideal untuk berwisata sehat dan menenangkan.
MEMPESONA: Kawasan Gunung Ijen. Di kaki gunung ini, hamparan keindahan alam, kesejukan udara, serta ragam aktivitas wisata menjadikan kawasan ini destinasi ideal untuk berwisata sehat dan menenangkan.

BanyuwangiNet.com – Pemkab Banyuwangi kembali menghadirkan inovasi pariwisata melalui peluncuran Ijen Golden Route, jalur wisata baru yang menelusuri berbagai destinasi tersembunyi di kawasan kaki Gunung Ijen.

Gunung Ijen selama ini dikenal dunia berkat fenomena api biru (blue fire) yang langka. Namun, pesona Ijen ternyata tak hanya ada di puncaknya. Di kawasan kaki gunung, wisatawan bisa menikmati udara sejuk pegunungan, pemandangan hijau yang menenangkan, serta deretan destinasi wisata alam, kuliner, dan penginapan yang kaya nuansa lokal.

“Melalui Ijen Golden Route, kami ingin memperkenalkan potensi wisata yang tumbuh pesat di sekitar kaki Gunung Ijen,” ujar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Selasa (4/11/2025).

Malu Tiga Kali Menikah dan Selalu Punya Anak, Ibu di Banyuwangi Kubur Bayinya yang Baru Lahir

Ijen Golden Route mencakup beragam destinasi menarik. Di antaranya Sendang Seruni di Desa Tamansari yang terkenal dengan kolam alami jernih, Banyu Kuwung dengan sumber air segarnya, Air Terjun Kalibendo yang menawarkan petualangan trekking di tengah perkebunan cengkeh dan karet, serta Air Terjun Jagir yang memukau dengan keindahan air kembar yang jatuh dari tebing hijau.

Selain wisata alam, kawasan Licin menjadi surga kuliner khas Banyuwangi. Salah satu yang direkomendasikan adalah Warung Kanggo Riko di Desa Segobang, terkenal dengan menu ayam kesrut—masakan pedas gurih khas Osing.

Bagi penikmat kopi, Taman Gandrung Terakota menawarkan pengalaman menyeruput kopi lokal di tengah lanskap sawah dan instalasi seni budaya Osing.

Malu Tiga Kali Menikah dan Selalu Punya Anak, Ibu di Banyuwangi Kubur Bayinya yang Baru Lahir

“Beragam hidden gem ini wajib dikunjungi bagi wisatawan yang ingin berlibur secara eksklusif namun tetap ramah di kantong,” tambah Ipuk.

Kawasan Ijen kini juga berkembang sebagai lokasi staycation populer. Pilihan akomodasi hadir beragam—mulai dari vila bernuansa rustic, homestay bercita rasa budaya Osing, hingga resort modern di tengah kebun kopi.

Sebagian besar homestay dikelola oleh warga lokal, memberi pengalaman menginap yang hangat, autentik, dan berkelanjutan.

Festival Literasi Using Banyuwangi, Upaya Melestarikan Bahasa Daerah

Selain bersantai, wisatawan dapat menikmati aktivitas luar ruang seperti bersepeda di jalur pedesaan, menyusuri perkebunan kopi dan teh, hingga trekking ringan di sekitar kaki Gunung Ijen.

“Kawasan Ijen adalah contoh harmoni antara alam, budaya lokal, dan pariwisata berkelanjutan. Masyarakat kami menyambut tamu dengan keramahan khas Osing,”
tutur Ipuk.

Untuk memperkuat daya tarik wisata, Banyuwangi juga menyiapkan berbagai event unggulan di sekitar kawasan Ijen. Di antaranya:

  • Tour de Banyuwangi Ijen
  • Ijen Green Trail Run
  • Ijen Geopark Downhill
  • Ngopi Sepuluh Ewu
  • Sendratari Meras Gandrung
  • Jazz Gunung Ijen
  • Musik Tepi Sawah
Artikel Terkait